nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerakan Sadar Wisata Jadi Lifestyle di Labuan Bajo

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Selasa 14 Maret 2017 16:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 14 406 1642213 gerakan-sadar-wisata-jadi-lifestyle-di-labuan-bajo-Wf78OoDTek.JPG Keindahan Wisata di Labuan Bajo (foto Utami/Okezone)

LABUAN Bajo kini tak pernah sepi dari pemberitaan, apalagi setelah dikunjungi Gwyneth Paltrow dan Valentino Rossi. Pembenahan infrastruktur terus dilakukan berbarengan dengan gerakan sadar wisata yang kini langsung menyentuh masyarakat.

Soft skill masyarakat, keramahtamahan, culture dalam menerima tamu, kebersihan, kerapian, kesehatan lingkungan, semua ikut ditularkan ke masyarakat yang ada di Labuan Bajo.

Soal kualitas, keunikan dan kehebatan, Labuan Bajo memang tak perlu diragukan lagi. Beberapa hari lalu, ikon Komodo yang kental dengan Labuan Bajo bahkan menjadi Google Doodle. Pesonanya sudah banyak membius para pesohor dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Rinca, Wae Rebo hingga ke Ende yang punya Danau Kelimutu dan Alor hingga Larantuka, jadi ikutan ngetop lantaran berada tak jauh dari Labuan Bajo.

"Semua bagus-bagus, semua layak disebut kelas dunia!" ungkap Arief.

Aksesnya menuju Labuan Bajo pun kini kian mudah. Menurut Arief, pihaknya sudah mendapatkan komitmen dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk menaikkan status Bandara Komodo. Tentu ini kabar baik yang selama ini banyak men-support kepariwisataan dari sisi akses wisatawan.

Landasan diperpanjang dan diperlebar sebagai syarat bisa didarati pesawat-pesawat langsung dari negara originasi. Saat ini Bandara Komodo rata-rata mengangkut 600 orang setiap harinya. Dan kapasitas serta daya angkutnya akan terus dinaikkan, untuk memenuhi target 500 ribu wisman setahun di 2019. Amenitasnya juga tengah dikebut.

Nah, selain memperkuat Atraksi, Akses dan Amenitas, kualitas SDM masyarakat yang ada di Labuan Bajo pun ikut disentuh. Gerakan sadar wisata pun digelar di Labuan Bajo yang diikuti 200 anggota masyarakat setempat.

Arief secara khusus meminta 10 Top Destinasi Prioritas itu didahulukan dalam menyiapkan masyarakat sadar wisata. "Utamakan yang utama, prioritaskan 10 destinasi prioritas," tegasnya.

Permintaan Menpar langsung direspon Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenpar, Oneng Setya Harini. Gerakan sadar wisata menjadi lifestyle di Labuan Bajo. Gerakan ini sebagai implementasi Win-Way, solid, speed, smart.

“Community Based Tourism Development adalah keharusan. Jadi kami harus mati-matian membangun dan mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Kami edukasi masyarakat supaya sadar wisata dan menjadikan Sapta Pesona (menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, kesejukan, keindahan, ramah tamah dan kenangan, red) menjadi bagian dari lifestyle,” papar Oneng.

Bagi wanita berkerudung itu, menerangkan unsur masyarakat bersama pemerintah, lembaga dan industri pariwisata, pers dan regulator pariwisata harus berkolaborasi agar menjadi people power toward tourism.

“Kami juga mengundang Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Leonard Tampubolon dan Direktur Ekonomi dan Parekraf Bappenas, Teguh Sambodo untuk ikut memberikan pembekalan. Semua berkolaborasi untuk mendukung program pemerintah yang menargetkan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 275 juta wisatawan nusantara (wisnus) di 2019 mendatang,” simpul Oneng.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini