Image

Meningitis Babi Bisa Berakibat Seseorang Mengalami Koma, Kenapa?

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Rabu 15 Maret 2017, 20:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 15 481 1643661 meningitis-babi-bisa-berakibat-seseorang-mengalami-koma-kenapa-spQdMSPkF1.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BEREDARNYA wabah meningitis babi di sejumlah wilayah di Bali, menyebabkan masyarakat perlu waapada. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri meningitis streptococcus suis (MSS) ini bila tak ditangani segera bisa saja berdampak pada kondisi koma.

Menurut Dr dr Wawan Mulyawan, SpBs, spesialis bedah saraf konsultan, meningitis babi sama saja dengan gejala meningitis lainnya. Selain demam tinggi dan kaku kuduk, pasien juga mengalami penurunan kesadaran. Dampak terparah, pasien bisa mengalami koma hingha kematian. Namun, kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor.

"Faktor daya tahan tubuh. Tingkat keganasan kuman, karena ia punya sifat resisten. Kalau ia pernah kena macam-macam antibiotik ia makin tahan," ungkap dr Wawan saat dihubungi Okezone melaluin telefon, Selasa 14 Maret 2017.

Umumnya, pasien dengan meningitis diberikan obat antibiotik. Obat-obatan ini wajib diminum sesuai dengan resep dokter dalam jangka waktu tertentu. Ketidakdisiplinan konsumsi antibiotik bisa saja membuat kuman meningitis babi menjadi lebih ganas.

"Minum antibiotik enggak boleh sehari atau dua hari. Harus lima hari. Karena kumannnya ini sudah ganas dan sudah resisten kalau ia tidak minum antibiotik secara teratur," jelas dr Wawan.

Faktor lainnya yang terkait perburukan kondisi pasien menigitia babi adalah ketidakwaspadaan orang yang merawatnya di rumah maupun pemberian obat-obatan yang tidak tepat. Obat-obatan yang tidak sesuai justru memancing perkembangan kuman jauh lebih ganas.

"Kalau sudah 2 minggu harus dicek ke laboratorium, apakah kumannya kalah akibat antibiotik. Kalau kumannya kuat, antibiotiknya harus diganti sama yang lebih kuat lagi," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini