Duh, Masyarakat Indonesia Masih Cenderung Suka Konsumsi Minuman Manis

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Kamis 16 Maret 2017 19:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 16 481 1644733 duh-masyarakat-indonesia-masih-cenderung-suka-konsumsi-minuman-manis-b8SzSvmSN7.jpeg Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

SALAH satu faktor penyumbang obesitas adalah konsumsi minuman dan makanan berkalori tinggi. Kebiasaan yang mulai menjadi merambat sebagai gaya hidup, ternyata memberi andil yang cukup besar.

Sebuah studi yang dilakukan Helda Khusun dari SEAMEO-REFCON menyebutkan dari 51,4 persen asupan karbohidrat, minuman berperisa manis mengambil bagian 6,5 persen dari asupan harian masyarakat.

"Sumbangan minuman beperasa manis menyumbang 6,5 persen dari kalori. Seharusnya, minuman tidak menyumbangkan kalori. Bukan minumannya, tetapi tambahan gula dari minuman tersebut," ungkap Helda dalam pemeparan hasil studi di kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 15 Maret 2017.

Sebenarnya minuman apa saja yang berkontribusi menambah kalori tubuh? Helda mengatakan, minuman berperisa manis yang sering dikonsumsi, antara lain teh manis, jus, kopi, kopi instan, teh botol, minuman rasa buah, soft drink, minuman berenergi, dan sport drinks masih cenderung sering dikonsumsi.

"Hampir 77 persen orang sering mengonsumsi minuman berperisa manis tiga kali seminggu," tambahnya.

Biasanya, rata-rata konsumsi gula tambahan sekira 20 gram per hari. Studi ini menunjukkan sebanyak 12,6 persen orang memiliki asupan gula di atas 50 gram per hari dan 36,1 persen di atas 35 gram per hari.

Memang, minuman manis menjadi salah satu penyebab obesitas. Meski terbilang banyak orang yang mengonsumsi minuman dengan pemanis tambahan, Helda mengingatkan, obesitas ini tidak berasosiasi dari faktor tertentu, tetapi multifaktorial. Termasuk aktivitas fisik, gaya hidup, maupun pola makan.

Sebagai informasi, penelitian ini dilakukan di lima kota besar di Indonesia, di antaranya Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, Makassar. Ia melibatkan 864 orang dewasa berusia 18-45 tahun.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini