nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awal 2017, Tercatat Jumlah Wisatawan China ke Indonesia Paling Tinggi

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 17 Maret 2017 16:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 17 406 1645251 awal-2017-tercatat-jumlah-wisatawan-china-ke-indonesia-paling-tinggi-vvIyLyPFuK.jpg Ilustrasi Wisatawan China (foto: Shutterstock)

DI awal tahun ini, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan positif karena berhasil melampaui target bulanan. Salah satu yang paling mencolok adalah kenaikan Wisatawan China.

Seperti diketahui, angka kunjungan wisman ke Indonesia sampai 2017 diharapkan naik tiga juta melebihi angka 12 juta yang dicapai 2016 lalu. Target tersebut kemudian dibagi dalam 12 bulan dengan tren kenaikan satu sampai dua juta setiap beberapa bulan.

“Dalam tiga bulan pertama, Januari sampai Maret, kita targetkan 3 juta wisman atau 1 juta wisman setiap bulannya,” kata I Gde Pitana, selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Namun, kunjungan wisman pada Januari 2017 tercatat sebanyak 1.030.748. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dari target awal atau mengalami kenaikan 21,06 persen dibandingkan Januari 2016.

Dengan 26 fokus pasar, 22 negara asal wisman yang datang ke Indonesia mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi meningkat dari wisman China dengan kenaikan 79,60 persen (194.975 wisman).

“Jumlah wisman China paling tinggi dalam dua bulan pertama, Januari dan Februari. Angkanya 154.000 dan 218.000. Diasumsikan ini meningkat karena musim liburan panjang warga China dalam hari raya Imlek,” lanjutnya.

Kenaikan angka kunjungan wisman di awal tahun diikuti Rusia dengan kenaikan 57,18 persen (13.511 wisman). Lalu Hong Kong dengan kenaikan 54,66 persen (7.555 wisman), wisman dari Timur Tengah yang disumbang Oman dengan jumlah 44,23 persen (1.611 wisman), Taiwan 35,55 persen (20.290 wisman), dan India yang mengalami kenaikan 30,55 persen (35.345 wisman).

“Pada Maret mungkin akan turun jumlahnya, begitu juga dengan target kita. Tapi, bagaimana pun target pasar utama kita tetap masih dipegang China, Singapura, Malaysia, Australia, dan Jepang,” pangkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini