nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terlilit Utang dengan Teman? Yuk Patuhi Anjuran Rasulullah

Vessy Frizona, Jurnalis · Jum'at 31 Maret 2017 17:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 31 196 1655804 terlilit-utang-dengan-teman-yuk-patuhi-anjuran-rasulullah-IptDInaVXv.jpg Ilustrasi bayar utang (Foto: Gobanking)

PUNYA banyak teman itu menyenangkan dan menguntungkan. Ketika sedang butuh, mereka dapat dimintai bantuan. Salah satunya saat sedang kesusahan uang, teman dapat membantu meminjamkan.

Bicara soal utang, Islam telah mengatur tentang utang-piutang. Jika Anda meminjam uang kepada teman, patuhilah adab yang diatur Alquran dan Hadist Nabi Muhammad SAW. Berikut ini adalah berutang sesuai adab Islam yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber.

Dilarang berniat tidak mau membayar

“Barangsiapa yang mengambil harta orang lain (berutang) dengan tujuan untuk membayarnya (mengembalikannya), maka Allah akan tunaikan untuknya. Dan barangsiapa mengambilnya untuk menghabiskannya (tidak melunasinya), maka Allah akan membinasakannya”. (HR. Bukhari 2387)

“Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi hutangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang pencuri...” (HR. Ibnu Majah)

Dilarang menunda pembayaran

Menunda-nunda (pembayaran utang) bagi orang yang mampu adalah kedzaliman..” (HR. Bukhari&Muslim)

Jangan meremehkan utang

“Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya hingga utangnya dibayarkan..” (HR Ahmad, at-Tirmidzi, ad-Darimi, dan Ibnu Majah).

Dilarang berbohong

“Sesungguhnya, apabila seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkar..” (HR. Bukhari&Muslim)

Doakan yang meminjamkan

“Barangsiapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu. Jika engkau tidak mendapati apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya hingga engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikan..” (HR Ahmad&Abu Dawud)

Mencatat utang

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya..” (Q.S Al Baqarah 282)

Dari ayat dan hadist-hadist di atas, utang harus dibayar dan tidak boleh menyulitkan yang meminjamkan untuk menagih. Jika dia ikhlas meminjamkan kebalikan secepatnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini