nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Balik Dalamnya Kaldera Tambora, Ada Kekayaan Alam yang Tak Terukur

Erika Kurnia, Jurnalis · Minggu 02 April 2017 20:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 31 406 1655979 di-balik-dalamnya-kaldera-tambora-ada-kekayaan-alam-yang-tak-terukur-jR3py84hBI.jpg Kaldera Tambora, Sumbawa (Foto: Instagram/@iqo_ikra)

KALDERA atau kawah raksasa yang menganga di Gunung Tambora menjadi daya tarik utama karena sejarah dari kiamat kecil yang pernah mempengaruhi kehidupan di dunia. Tetapi, selain itu, ada kekayaan alam di sekitar Gunung Tambora yang tidak bisa diukur seberapa banyaknya.

Kutipan tersebut diungkapkan secara tersirat oleh Harley Sastha, penulis buku Menuju Puncak Gunung Tambora dan penggiat alam bebas. Menurutnya, gunung yang pernah meledakkan dirinya dua abad lalu tidak hanya menakjubkan karena memiliki kaldera dengan diameter lebih dari 7 km dan kedalaman hingga 1,4 km.

"Tambora termasuk dari 500 gunung api yang sudah terdata di Indonesia. Di sana terdapat banyak kekayaan hayati, baik dari flora dan fauna, sampai sejarah peradaban kerajaan yang pernah tinggal di sekitarnya. Eksplorasi masih dilakukan hingga saat ini dan banyak hal yang sedikit demi sedikit ditemukan," ungkap Harley, saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta.

Awas jatuh abang wkwkwk #pendakigunung #kalderatambora #2851mdpl

Sebuah kiriman dibagikan oleh Riyan True Blue (@riyan_rebel) pada Sep 27, 2016 pada 1:24 PDT

Salah satu penemuan yang pernah ia temukan di sekitar Tambora bersama peneliti lainnya adalah pohon tua terkuat selain pohon jati, yang berusia sekira 150 tahun. Pohon yang sayangnya telah ditebang oleh pelaku penebangan liar tersebut menjadi salah satu pohon yang bisa bertahan setelah ledakan Gunung Tambora.

"Baru-baru ini juga ditemukan flora dan fauna jenis baru. Salah satunya kupu-kupu malam, serangga sejenis laba-laba, dan lainnya yang kalau tidak salah ada enam jenis. Sekarang pun masih bisa kita temui kijang, babi, ada banyak juga sumber mata air dari yang netral sampai yang bercampur belerang," katanya.

Menurutnya ada banyak hal lain yang masih bisa dicari tahu dari keberadaan Gunung Tambora saat ini, dengan berbagai disiplin ilmu. Oleh karena itu, ia menganggap statusnya yang telah menjadi taman nasional dua tahun terakhir, cocok untuk kawasan Tambora dan sekitarnya.

"Sebelum Tambora menjadi TN, kawasan tersebut menjadi tiga, yaitu taman buru, suaka margasatwa, dan cagar alam. Tapi, Tambora kini layak menjadi taman nasional, karena banyak hal bisa ditemukan di sana. Setelah kepengurusan Taman Nasional resmi belakangan, Tambora juga tengah disempurnakan fasilitasnya," pungkasnya.

(fid)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini