nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Besar Wilayah Zona Merah Endemis Malaria di Indonesia

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 31 Maret 2017 13:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 31 481 1655447 6-besar-wilayah-zona-merah-endemis-malaria-di-indonesia-Qca6QRGPVy.jpg Ilustrasi (Foto: Indiantimes)

WILAYAH Indonesia timur masih tergolong dalam zona merah yang belum bebas malaria. Padahal targetnya di tahun 2030, seluruh wilayah Indonesia harus terbebas dari penyakit akibat gigitan nyamuk itu.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis drg R Vensya Sitohang MEpid mengatakan, sejak zaman Soekarno tahun 1959, Indonesia endemis malaria. Dampaknya menurunkan kualitas sumber daya manusia, karena menyebabkan kematian.

"Hampir semua wilayah Indonesia timur belum bebas malaria. Banyak zona merah di Papua, NTT, dan sebagian wilayah Kalimantan," ujar Vensya saat temu media membahas Kebijakan Pencegahan dan Pengobatan Malaria di Kantor Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (31/3/2017).

Berdasarkan data Annual Parasite Incidence (API) per provinsi tahun 2016, terdapat 6 besar wilayah yang masih endemis malaria dan masuk ke dalam zona merah. Antara lain Papua (39,93 persen), Papua Barat (10,20 persen), NTT (5,17 persen), Maluku (3,83 persen), Maluku Utara (2,44 persen) dan Bengkulu (1,36 persen).

Vensya meminta agar semua masyarakat harus komitmen agar Indonesia terbebas dari malaria. Semua harus melakukan pencegahan dengan berbagai cara, terutama untuk mencegah gigitan nyamuk.

"Untuk menuju bebas malaria, seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah endemis, pendatang, pelaku perjalanan wajib mencegah malaria," katanya.

Dilanjutkan Vensya, masyarakat harus menghindari gigitan nyamuk. Caranya dengan tidur memakai kelambu, memakai lotion anti nyamuk, membersihkan lingkungan agar menjauhkan dari genangan air, sampai menebar ikan yang bisa memakan jentik n

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini