nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benarkah Prosedur Perawatan Kecantikan Bikin Ketergantungan?

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 04 April 2017 17:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 04 04 194 1658813 benarkah-prosedur-perawatan-kecantikan-bikin-ketergantungan-G3iFGzQf5A.jpg Perawatan Kecantikan (Foto: Eternese)

TAMPIL cantik dan mempesona adalah impian semua wanita. Baik yang masih remaja, dewasa, ataupun yang sudah berumur.

Jika di zaman nenek moyang dahulu, para wanita kerap melakukan perawatan kecantikan serba tradisional. Para wanita di zaman modern, tentunya lebih memilih melakoni perawatan kecantikan yang praktis dan efektif dengan mengunjungi klinik-klinik kecantikan.

Namun, perawat an kecantikan di klinik seperti contohnya facial, peeling, suntik vitamin C, botox, filler, hingga laser IPL ini tidak dipungkiri memiliki rumor yang beredar luas bahwa akan menjadikan diri menjadi addictive alias ketergantungan. Lalu sebetulnya, apakah soal ketergantungan ini memang benar adanya atau hanyakah sekedar mitos? Menjawab hal ini, Okezone bertanya langsung pada dr Shakti Indraprasta, SpKK selaku Dermato-Venerologist dari The LifeStyle Clinic Indonesia.

"Kalau dibilang prosedur perawatan kecantikan ini addictive atau tidak, misalnya kalau nanti selesai perawatan akan wajah akan balik lagi ke keadaan semula. Saya bilangnya maka dari itu inilah pentingnya setiap pasien untuk konsultasi dengan dokter ahli di setiap kali kunjungan untuk menghindari efek samping dan tidak menimbulkan ketergantungan tersebut," papar dr Shakti yang ditemui di kawasan Tangerang Selatan, baru-baru ini.

Lebih lanjut soal persepsi ketergantungan tersebut, pria berkacamata ini menjelaskan dengan memberikan contoh soal pemakaian krim wajah untuk di siang dan malam hari.

"Misalnya pakai krim wajah, nah setelah krim wajahnya habis pasien tidak boleh bandel dengan cara langsung saja refill atau membeli kembali krim wajah. Begitu krim habis, maka konsultasikan dulu ke dokter. Apakah sudah bisa diberhentikan pemakaiannya, atau dosisnya dikurangi atau ditambah, atau malah ada penambahan atau misalnya penggantian produk jenis lain. Ini penting karena proses penuaan tetap terus berjalan, ya supaya tidak ada risiko negatif, prosedurnya tepat dan tidak jadi ketergantungan," tandasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini