Tren Bedah Plastik 2017: Pembesaran Payudara hingga Liposuction

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Kamis 06 April 2017 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 06 194 1660792 tren-bedah-plastik-2017-pembesaran-payudara-hingga-liposuction-hxS7SbUgvb.jpg Bedah plastik (Foto: Kellownaplasticsurgery)

TAHUN lalu, operasi memperbesar area bokong serta membentuk bibir agar tampak penuh begitu diminati. Apalagi jika bukan Kim Kardashian dan Kylie Jenner yang kala itu menjadi inspirasi banyak wanita.

Namun di tahun ini, operasi plastik di area bokong dan bibir tampaknya akan kalah pamor dan digantikan dengan rekonstruksi di area tubuh lainnya.

Meski tidak diketahui secara pasti di Indonesia, ahli bedah plastik rekonstruksi dan estetik Laksmi Achyati dari Rumah Sakit Bedak Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat mengungkapkan jika dari sekian banyak jenis tindakan bedah plastik yang ada, terdapat beberapa di antaranya yang tengah digemari masyarakat akhir-akhir ini. Apakah itu.

"Sekarang itu tindakan bedah plastik yang disukai adalah rhinoplasty (operasi hidung), lalu blepharoplasty (operasi kelopak mata), breast augmentation (pembesaran payudara), kemudian liposuction (sedot lemak) juga ada," terang dr Laksmi Achyati, SpBp, yang ditemui Okezone di RSKB Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2017).

Dituturkan dokter Laksmi, hampir semua tindakan bedah plastik tersebut ada yang ditujukan untuk mempercantik penampilan. Misalnya, pasien wanita yang melakukan operasi hidung ingin tampilan hidungnya menjadi lebih mancung, atau pembesaran payudara hingga liposuction untuk mendapatkan bentuk payudara dan tubuh yang diinginkan.

"Tren sekarang banyak pasien yang datang ke dokter untuk berkonsultasi sambil membawa gambar yang diinginkan. Ada yang ingin payudaranya besar seperti Kim Kardashian, atau bentuk tubuhnya seperti Jennifer Lopez," tambah wanita berjilbab itu.

Ia melanjutkan, "Terkadang pasien datang dengan pengetahuan dari video di YouTube dan menginginkan proses operasi yang cepat dan enggak bengkak. Ya, kami perlu jelaskan bahwa proesesnya enggak ada yang seperti sistem ketok magic. Kepentok meja saja bisa bengkak. Kami jelaskan segala macam risiko agar ekspektasi pasien tidak terlalu membumbung ke langit."

Terkait rentang usia yang melakukan tindakan bedah plastik berada di kisaran usia produktif di atas 25 tahun. Namun, ada pula yang berada di atas usia 60 tahun atau mereka yang lanjut usia.

Selain wanita, kaum adam pun mulai keranjingan melakukan tindakan bedah plastik. Mereka umumnya melakukan bedak plastik untuk bagian hidung, telinga, mata, dan liposuction.

"Pria sekarang sudah banyak yang melakukan tindakan bedah plastik. Tetapi, tetap yang unggul adalah wanita, sekira 30-40 % wanita Indonesia melakukan bedah plastik," tutup dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dan Universitas Indonesia itu.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini