Saatnya Kenali Penyebab Defisiensi Testosteron, Guys!

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Kamis 06 April 2017 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 06 481 1660513 saatnya-kenali-penyebab-defisiensi-testosteron-guys-psYkjjvO9X.jpg Ilustrasi (Foto: Supplementsinreview)

VITALITAS pria lebih stabil saat testisnya tetap memproduksi hormon testosteron. Namun, seiring bertambahnya usia, baik pria maupun wanita juga mengalami degenerasi kesehatan, serta vitalitas.

Dikatakan dr Nugroho Setiawa, MS, SpAnd, spesialis androlog dari RS Fatmawati, pria dan wanita mengalami puncak kehidupan antara usia 25-30 tahun. Ketika usia seseorang lebih dari 30 tahun, mereka mengalami proses degenerasi, proses pemunduran.

Termasuk pada pria usia 40 tahun ke atas, ia akan mengalami defisiensi testosteron. Penyebab defisiensi testosteron tidak hanya disebabkan oleh pertambahan usia, tetapi juga ada faktor lainnya.

"Tapi tidak menutup kemungkinan, orang yang muda di bawah 40 tahun, mereka punya gaya hidup yang tidak sehat, ada penyakit penyerta, dan sebagainya, turunnya (testosteron) lebih cepat," terang dr Nugroho di gedung D.Lab, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2017).

Dr Nugroho menyebutkan, pria yang obesitas sentral juga berpotensi mengalami defisiensi testosteron. Perutnya yang semakin besar juga bisa menandakan testosteronnya menurun.

Ia menjelaskan, defisiensi testosteron atau hipogonadisme disebabkan karena kegagalan testis memproduksi testosteron yang normal. Padahal, 95 persen testosteron atau hormon pria dihasilkan oleh testis atau buah zakar.

Tidak hanya memengaruhi libido dan fisik, ternyata pria dengan defisiensi testosteron cenderung sulit untuk mendapatkan anak dari pasangannya.

"Testis mulai produksinya (testosteron) menurun, kemungkinan pria susah membuahi pasangan," tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini