Deg Deg Serrr... Ini Tantangan Dokter Menghadapi Operasi Kembar Siam

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Kamis 06 April 2017 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 06 481 1660525 deg-deg-serrr-ini-tantangan-dokter-menghadapi-operasi-kembar-siam-gcEZRwotId.jpg Ilustrasi (Foto: Foxnews)

OPERASI kembar siam bukanlah prosedur yang terbilang mudah. Apalagi dalam kasus si kembar siam Rafky dan Rifky membutuhkan waktu operasi dua tahap. Bahkan setiap tahap operasi memakan waktu hampir 24 jam.

Tidak hanya pada kasus Rafky dan Rifky, ada pula tantangan para dokter hadapi dalam menghadapi operasi kembar siam. Dr dr Didi Danukusumo, SpOG(K), selaku direktur medik dan keperawatan di RSAB Harapan Kita, membeberkan tantangan yang dokter harus tangani dalam upaya pemisahan operasi kembar siam.

"Kembar siam kan macam-macam, bisa nempel kepalanya, dadanya, perutnya, atau kakinya. Nah, penyulitnya ternyata tergantung dari nempelnya dimana," ungkap dr Didi di RSAB Harapan Kita, Jakarta Barat, Rabu 5 Maret 2017.

Ia mengakui, tidak semua operasi pemisahan bayi kembar siam selalu sukses. Ada beberapa kasus yang tidak bisa dilakukan prsedur operasi.

"Jadi, ada beberapa yang kita pernah dapat, dadanya nempel, tapi jantungnya satu. Kita enggak operasi. Karena dengan cara itu, ada satu yang "dikorbankan"," tambahnya.

Memang, prosedur operasi dapat dilakukan bila kondisi bayi memungkinkan untuk dipisahkan.

Pada kasus Rafky dan Rifky, tidak hanya tengkoraknya saja yang dipisahkan, tetapi para dokter berusaha keras melakukan pemisahan pembuluh darah yang menyilang. Namun, berkat teknologi canggih operasi mereka berhasil dilangsungkan dengan lancar.

"Kita sangat dibantu dengan teknologi, dengan CT scan dipetakan dulu pembuluh darahnya. Selama operasi juga ada teknologi navigasi, jadi jaringan pembuluh darah juga bisa dimonitor," jelas dr Didi.

Belum lagi ada alat operasi Cell Saver, yang membantu darah si bayi kembar siam yang keluar bisa diproses dan dimasukkan lagi ke tubuh kedua anak itu. Ahli medis bersyukur, kerjasama tim dari lima rumah sakit dapat menyukseskan pemisahan bayi kembar siam Rafky dan Rifky.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini