Ini Penyebab Ilmiah Terjadinya Kembar Siam

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Kamis 06 April 2017 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 06 481 1660558 ini-penyebab-ilmiah-terjadinya-kembar-siam-h99uM1hgPV.jpg Ilustrasi (Foto: Buzzflare)

PENYEBAB dari bayi kembar siam sampai saat ini belum diketahui penyebab pastinya. Namun, pembelahan sel telur yang tidak sempurna setelah dibuahi bisa menjadi salah satu penyebab ilmiah kembar siam.

DR dr Didi Danukusumo, SpOG(K), direktur medik dan keperawatan dari RSAB Harapan Kita, menjelaskan bahwa bayi yang kembar umumnya terjadi pembuahan pada dua telur, ia akan memisah sendiri-sendiri.

Namun, tidak menutup kemungkinan satu telur bisa menghasilkan bayi kembar. Pembelahan sel telur yang telah dibuahi memiliki waktu yang bervariasi. Sel telur yang membelah pada hari pertama pembuahan, ia akan memisah sendiri-sendiri.

Sementara, jika pembelahan terjadi di hari keempat sampai kedelapan, bayi akan hidup dengan satu plasenta dan dua kantong. Jika pembelahan terjadi lebih lambat, bayi kembar akan hidup pada satu kantong.

Nah, yang paling dihindari adalah pembelahan sel terjadi lebih dari hari ke-13. Ini bisa memperbesar peluang terjadinya bayi kembar siam.

"Bila di dalam rahim bayinya tidak membelah sempurna pada hari ke-13, itu terjadinya kembar siam," jelas dr Didi di RSAB Harapan Kita, Jakarta Barat, Rabu 5 April 2017.

Sebab pastinya? Dr Didi menjawah para dokter masih tidak tahu persis sebabnya apa. Namun, kembar siam ini terjadi pada pembuahan satu telur yang tidak terbelah sempurna. Bahkan, mereka bisa merebut nutrisi satu sama lain.

"Kalau kembar siam yang satu telur ini, ia bisa saling berebut makanan," terang dr Didi.

Meski kembar siam tidak bisa dicegah, ia menjelaskan, peristiwa ini memang bisa diketahui sejak dalam kandungan ketika ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan USG. Setidaknya, USG dilakukan tiga kali selama masa kehamilan.

Pentingnya mengetahui kehamilan kembar siam lebih awal, penting bagi ibunya untuk menguatkan mental. Dr Didi juga mengingatkan, pasutri yang memiliki anak dengan kembar juga membutuhkan dukungan kuat dari lingkungan.

"Yang jelas kalau dia tahu di dalam kandungan ada kembar siam itu lebih bagus. Dibandingkan kalau tiba-tiba kaget, persiapan mentalnya kan bagus. Treatment khususnya hanya supportive saja," tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini