Apakah Anda Mengalami Defisiensi Testosteron? Cek Jawabannya di Sini

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Jum'at 07 April 2017 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 07 481 1661622 apakah-anda-mengalami-defisiensi-testosteron-cek-jawabannya-di-sini-7REitbiDh9.jpg Ilustrasi (Foto: Usnews)

TAK sedikit pria abai terhadap gejala-gejala seperti penurunan libido, disfungsi ereksi, mudah lelah, mudah berkeringat, maupun mengalami pertambahan lingkar pinggang. Banyak pula yang mengatakan hal-hal ini terjadi karena sesuai pertambahan usia. Padahal, gejala ini merupakan pertanda defisiensi testosteron.

Dikatakan dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, spesialis andrologi, performa seks yang kurang nikmat di atas ranjang menjadi salah satu pertanda defisiensi testosteron. Seks yang seharusnya menyenangkan, malah jadi tidak bergairah.

"Seks kita harus menimbulkan pengalaman yang exciting. Hubungan seks malam sebelumnya tidak memuaskan, kita khawatirkan hubungan seks besok paginya," terang dr Nugroho di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 6 April 2017.

Ia mengatakan, sebetulnya mudah untuk mengetahui apa sebabnya dan gejalanya. Nah guys, coba jawab 10 pertanyaan di bawah ini untuk mengetahui apakah Anda mengalami defisiensi testosteron atau tidak.

1. Apakah libido atau dorongan seksual Anda menurun akhir-akhir ini?

2. Apakah Anda merasa lemas, kurang tenaga?

3. Apakah daya tahan dan kekuatan fisik Anda menurun?

4. Apakah tinggi badan Anda berkurang?

5. Apakah Anda merasa kenikmatan hidup menurun?

6. Apakah Anda merasa kesal atau cepat marah?

7. Apakah ereksi Anda kurang kuat?

8. Apakah Anda merasakan penurunan kemampuan dalam berolahraga?

9. Apakah Anda sering mengantuk dan tertidur sesudah makan malam?

10. Apakah Anda merasakan adanya perubahan atau penurunan prestasi kerja?

Bila pertanyaan nomor 1 dan 7 dijawab 'ya' atau ada tiga jawaban 'ya' selain nomor tersebut, kemungkinan besar Anda mengalami defisiensi testosteron.

Terlalu mencemaskan keadaan ini? Dr Nugroho menyarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter ahli, sehingga permasalahan seksualitas Anda bisa terpecahkan.

"Kita harus tahu akar permasalahannya sehingga pengobatan bisa efektif dan kualitas hidup dapat diperbaiki," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini