Share

Ingin Langsing dengan Sedot Lemak, Ketahui Aturan Mainnya!

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Kamis 13 April 2017 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 13 194 1666469 ingin-langsing-dengan-sedot-lemak-ketahui-aturan-mainnya-6WX0eOujoL.jpg Gemuk (Foto: Cosmeticstudio)

SEJUMLAH wanita Indonesia tak terkecuali para selebriti kenamaan Tanah Air mengaku melakukan sedot lemak agar tampil lebih cantik dan menarik. Sedot lemak sendiri merupakan salah satu cara instan untuk menghilangkan lemak di bawah kulit.

Nah, bagi Anda yang berniat untuk melakukan sedot lemak demi mempercantik diri. Alangkah baiknya untuk mengetahui beberapa hal, berikut seperti diungkapkan oleh ahli bedah lipstik, dr Laksmi Achyati, SpBP, yang ditemui Okezone belum lama ini.

Tidak boleh merokok

Bicara soal persiapan, para pasien yang merokok disarankan untuk tidak merokok dua minggu atau maksimal lima hari sebelum tindakan sedot lemak dilakukan. Hal ini bisa berdampak pada hasilnya yang kurang maksimal. Di mana pasien yang merokok membuat pembuluh darahnya tertutup sehingga proses penyembuhan luka ketika pendarahan menjadi lebih lama dan tidak baik.

Menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu

Pasien yang mengalami masalah jantung lazimnya mengonsumsi minuman pengencer darah. Nah, itulah yang perlu dihentikan sementara. Begitu pula bagi calon pasien yang mengalami alergi, konsumsi steroid harus berhenti.

Tunggu minimal tiga bulan

Bagi Anda yang ingin mengembalikan bentuk tubuh agar cantik dan menarik seusai melahirkan maka dianjurkan menunggu proses recovery minimal setelah tiga bulan. Pasalnya, pada masa itu diperkirakan otot-otot perut sudah kembali ke posisi semula saat sebelum hamil sehingga hasil yang akan dicapai bisa optimal.

Pemulihan

Setelah tindakan operasi, proses penyembuhan luka atau bengkak dilakukan selama tiga hari pertama. Tiga minggu kemudian bengkak akan berkurang dan kondisi area kulit lebih baik. Lalu, tiga bulan kemudian hasilnya akan semakin membaik. Anda dianjurkan untuk beristirahat dan menghindari aktivitas fisik, seperti olahraga.

"Kalau sudah dua bulan lakukan operasi boleh olahraga. Sebelumnya, jangan dulu, yang ringan-ringan masih diperbolehkan, misalnya jalan atau treadmill dengan kecepatan dikurangi. Kalau yang hardcore, jangan," saran dr Laksmi.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini