Asyik, Ada Restoran Jepang yang Hadirkan Hidangan Halal

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Jum'at 14 April 2017 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 14 298 1667511 asyik-ada-restoran-jepang-yang-hadirkan-hidangan-halal-oRqa4xTRYx.jpg Restoran di Jepang yang hadirkan hidangan halal. (Foto: Istimewa/Sindonews)

GYU-KAKU menjadi salah satu restoran yakiniku ala Korea yang paling populer di Jepang dan telah tersebar di berbagai lokasi di seluruh negeri. Menariknya, untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, Gyu-Kaku mengajak pengunjung Muslim di cabang baru mereka di kawasan Akasaka, Tokyo untuk menyantap hidangan halal, mulai 17 April 2017.

Tersedia dua pilihan menu, yakni Muslim-Friendly Gyukaku Course dengan harga 4.500 Yen per orang dan Muslim-Friendly Wagyu Course seharga 6.500 Yen per orang. Dua menu itu terdiri dari sayuran dan daging, namun sama sekali tidak mengandung produk babi ataupun alkohol.

Sesuai dengan prinsip-prinsip halal, alat memasak dan peralatan makan yang digunakan juga dipilih secara eksklusif dan memiliki tanda sertifikasi dari Islamic Center Japan. Piring, gelas, dan peralatan masak untuk makan halal ini juga dicuci secara terpisah dari peralatan yang digunakan untuk makanan nonhalal.

Jika pecinta kuliner memesan Muslim-Friendly Wagyu Course, maka akan dihidangkan dengan pilihan daging sapi, ayam, dan makanan laut. Berbeda dengan saus standar Gyu-Kaku yang dibuat dengan mirin (anggur beras khas Jepang), hidangan halal ini dilengkapi dengan saus halal yang menggunakan gula sebagai penggantinya dengan kelezatan yang tetap terjaga.

Baik daging sapi, udang, kerang maupun cumi-cumi yang dipanggang ini terasa menggugah selera ketika disantap dengan saus halal tersebut dan tambahan kimchi (acar Korea) halal yang memiliki sensasi rasa sedikit pedas. Benar-benar perpaduan rasa yang sayang untuk dilewatkan.

Dilansir Rocketnews, makanan Muslim-friendly ini tersedia secara eksklusif di Gyu-Kaku cabang Akasaka. Untuk menikmati kudapan ini pecinta kuliner perlu reservasi lebih dulu, minimal tiga hari sebelumnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini