nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mencukur atau Mencabut Bulu Ketiak, Mana yang Lebih Aman?

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Minggu 16 April 2017 07:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 04 15 194 1668312 mencukur-atau-mencabut-bulu-ketiak-mana-yang-lebih-aman-hXTgIhQJ0i.jpg Mencukur bulu ketiak (Foto: Thebackpainrelief)

ADA dua cara mudah untuk melakukan menjaga kesehatan kulit ketiak. Yakni mencukur dan mencabut bulu ketiak. Dari keduanya, manakah yang paling aman?

Perlu diketahui, mencukur memiliki risiko, seperti iritasi oleh pisau cukur dan infeksi. Sehingga diperlukan kehati-hatian dan perhatikan higienis terhadap peralatan bercukur tersebut.

Selain mencukur (shaving), cara lain dalam menjaga kebersihan area ketiak adalah dengan mencabut (plucking) rambut ketiak. Lantas, manakah yang paling dianjurkan?

“Shaving tentunya berisiko cukup besar karena menggunakan benda tajam dan dilakukan berulang-ulang setiap beberapa hari. Kulit pun dapat menjadi iritasi bahkan lecet. Namun, plucking juga memiliki risiko karena mencabut folikel rambut secara paksa dapat menyebabkan luka,” terang Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr Eddy Karta, SpKK, belum lama ini.

Terkait frekuensi shaving maupun plucking tentunya bergantung pada masing-masing individu, ada yang setiap dua hingga tiga hari sekali, ada yang seminggu sekali, ada yang dua minggu sekali. Tidak ada saran berapa kali seharusnya secara ilmu dermatologis.

“Namun, saran saya, sebaiknya dilakukan shaving dan plucking pada kulit yang lembut. Jadi, basahi terlebih dahulu kulit ketiak dengan air hangat, dan lakukan pada malam hari,” tambah dr Eddy.

Dr Eddy melanjutkan, hal tersebut bertujuan untuk memberi waktu pada kulit untuk beristirahat setelah proses shaving atau plucking. Jangan lupa, untuk memberi pendinginan pada kulit setelah shaving atau plucking serta menggunakan pelembap untuk meminimalkan iritasi.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini