nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awas! Keseringan Main Smartphone Bisa Kena Text Neck

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Senin 17 April 2017 11:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 04 17 481 1669152 awas-keseringan-main-smartphone-bisa-kena-text-neck-FkgUFU9DQC.jpg Ilustrasi (Foto: Cbsnews)

HAMPIR semua orang saat ini tidak bisa dilepas dari yang namanya smartphone. Tapi, ada bahaya yang mengintai dari keseringan main smartphone, text neck!

Seorang ahli bedah tulang memperhatikan adanya peningkatan pasien nyeri leher dan punggung atas. Dikatakan olehnya bahwa itu berhubungan dengan posisi tubuh yang buruk selama penggunaan smartphone yang berkepanjangan.

Beberapa pasien, terutama pasien muda yang seharusnya belum terkena masalah leher, melaporkan telah mengalami pergeseran tulang leher. Hal ini membuat tulang leher menjadi tidak selaras.

"Dalam X-ray, tulang leher normalnya sedikit bengkok ke belakang. Tapi, karena orang-orang menunduk selama berjam-jam ketika main smartphone menyebabkan leher menjadi

bengkok ke depan," ujar rekan penulis studi, Dr Todd Lanman, ahli bedah saraf tulang belakang di Cedars, Sinai Medical Center di Los Angeles, dikutip Cbcnews, Senin (17/4/2017).

Lebih lanjut, Dr Lanman mengatakan, nyeri leher akibat terlalu lama menunduk ketika menggunakan smartphone, lebih karena mengirim SMS atau main media sosial. Sedangkan, browsing internet atau menonton video melalui smartphone kurang berisiko mengalami nyeri leher.

Selain itu, dalam penelitian Dr Lanman menjelaskan, saat menghadap lurus ke depan, berat kepala menjadi sekira 4,5-5,5 kg. Namun, saat semakin menunduk, berat kepala yang membebani leher bisa hingga 27 kilogram (menunduk 60 derajat).

"Saat ini anak-anak sejak usia 8 tahun sudah menjadi pengguna smartphone, dan mereka berisiko akan menjalani operasi di usia 28," kata Lanman.

"Pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, kami tidak yakin ini (penggunaan smartphone) tak mengubah anatomi tulang," tambahnya.

Karena itu, Dr Lanman menyarankan perubahan gaya hidup sederhana untuk mengurangi risiko text neck. Dr Lanman merekomendasikan menggunakan smartphone di depan wajah atau terlalu dekat dengan mata ketika SMS.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini