Image

MISS INDONESIA 2017: Amanda Zevannya Ingin Miss Indonesia 2017 Bidik Program BWAP di Bidang Pemberdayaan Perempuan

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 21 April 2017, 08:55 WIB
https img z.okeinfo.net content 2017 04 21 194 1673098 miss indonesia 2017 amanda zevannya ingin miss indonesia 2017 bidik program bwap di bidang pemberdayaan perempuan zFXWfbF3MH.jpg Amanda Zevannya (Foto: Muhammad Sabki/Okezone)

PROGRAM BWAP atau Beauty With a Purpose, sudah lama dikenal sebagai andalan pamungkas Miss Indonesia dan juga pembeda Miss Indonesia dengan ajang kontes kecantikan lainnya.

Sudah bukan rahasia pula, bahwa program sosial yang dilakukan seorang Miss Indonesia lewat program BWAP selama ini terkenal efektif, real dan tepat sasaran.

Ini dibuktikan dengan dua kali dalam dua tahun berturut-turut program pengadaaan sanitasi air bersih dan pemberdayaan manusia khususnya kelas ekonomi bawah dan anak-anak yang dibawa oleh Maria Harfanti dan Natasha Mannuela mampu menang dan keluar sebagai juara umum di ajang Miss World 2015 dan Miss World 2016.

Lalu, untuk program BWAP Miss Indonesia 2017 nanti sebaiknya bidang sosial apa lagi kah yang dituju? Sehubungan dengan BWAP tersebut, first runner-up Miss Indonesia 2011 yaitu Amanda Zevannya memberikan masukannya.

“Aku sih pribadi inginnya untuk Miss Indonesia 2017 nanti bisa buat program BWAP di bidang pemberdayaan perempuan. Karena, secara demografik perempuan itu jauh lebih banyak dibandingkan laki-laki. Jadi membuat kaum perempuan yang berkualitas dan mandiri itu penting. Apalagi kita di sini masih kental budaya patriarki nya, equality gender nya belum terlalu baik,” jelas Amanda kala dijumpai Okezone, sebelum memberikan materi pembekalan kepada 34 finalis baru-baru ini di lokasi karantina, di Jakarta Selatan.

Wanita yang pernah menjadi pemandu acara gelaran Miss World ini menambahkan, mengapa ia berkeinginan Miss Indonesia 2017 memiliki program BWAP di bidang pemberdayaan perempuan. Karena dirinya menginginkan wanita Indonesia memiliki hak, kesempatan dan posisi yang sama dalam berbagai bidang.

“Stigma selama ini kan, perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena ujung-ujungnya di dapur dan urus keluarga. Justru menurut saya, perempuan ya justru harus sama majunya entah itu di pendidikan atau karir agar semakin maksimal lagi mengurus keluarga. Istilahnya ya kita sendiri harus pintar kan untuk mendidik anak kita,” tandasnya semangat.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini