Image

Prevalensi 6 Besar Penyakit Kardiovaskular di Indonesia

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 21 April 2017, 13:48 WIB
https img k.okeinfo.net content 2017 04 21 481 1673313 prevalensi 6 besar penyakit kardiovaskular di indonesia DnidXNJkZi.jpg Ilustrasi (Foto: Independent)

TREN penyakit kardiovaskular atau pembuluh darah prevalensinya semakin meningkat di Indonesia. Ahli jantung membeberkan jenis penyakit yang masuk ke dalam lima besar, serta faktor risikonya.

Ketua Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia Dr dr Anwar SpJP(K), FIHA, FAsCC, FESC, FACC, FICA mengungkapkan, penduduk Indonesia banyak yang mengalami kematian akibat penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah lainnya. Seharusnya, peningkatan jumlah pasiennya bisa ditekan, seiiring dengan perkembangan teknologi pengobatan jantung tanpa pembedahan.

Dari Riskesdas 2007-2013 meningkat, angka kejadian penyakit jantung, hipertensi sebesar 26,9 persen, penyakit kolesterol sebesar 40 persen, diabetes dari 1,1 persen naik menjadi 2,1 persen di 2013, stroke 27 persen meningkat, 19 persen juga mengalami obesitas," ujar dr Anwar saat Press Conference Perkembangan Teknologi dan Pelayanan Terkini Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Lanjut di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatam Jumat (21/4/2017).

dr Anwar menambahkan, bila tidak dilakukan upaya pencegahan dari semua penyakit pembuluh darah ini, masyarakat dan negara akan menanggung biaya pengobatnnya yang cukup besar. Sementara itu, di negara maju, prevalensi penyakit kardiovaskular tampak menurun karena kesadaran penduduknya pula.

Tak hanya itu, dr Anwar juga berharap agar tenaga medis di semua fasilitas layanan primer dapat memberi pertolongan pertama pada pasien penyakit kardiovaskular. Kalau tidak dilakukan, tenaga medis di rumah sakit bisa kewalahan melayani pasien, juga biayanya semakin tinggi.

"Masyarakat harus mendapatkan pengobatan rawat jalan dan rawat inap. Yang lebih penting dari itu, tentu pencegahan penyakit harus dilakukan dengan menghindari faktor risikonya," tambahnya.

Dijelaskan lebih lanjut, faktor risiko yang menyebabkan seseorang mengidap penyakit kardiovaskular ini antara lain seorang perokok, riwayat keluarga dengan penyakit sama, jenis kelamin laki-laki, etnis, penderita diabetes, orang obesitas, stres, hingga pola makan tidak sehat.

"Semua orang harus tahu faktor risiko penyakit jantung terutama. Karena saat ini penderitanya sudah banyak dialami orang produktif di bawah usia 30 tahun" simpulnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini