Berikan ASI Eksklusif, Ibu Menyusui Terhindar dari Serangan Jantung

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Kamis 27 April 2017 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 27 481 1677563 berikan-asi-eksklusif-ibu-menyusui-terhindar-dari-serangan-jantung-WbBn2b96tB.jpg Ilustrasi (Foto: Newsmail)

MEMBERIKAN air susu ibu (ASI) eksklusif sangat penting bagi kesehatan bayi. Karena, ASI eksklusif dapat membantu tumbuh kembang bayi secara optimal, serta melindungi dirinya dari berbagai penyakit.

Tapi, kini para peneliti menemukan bahwa menyusui juga bisa menjadi anugerah bagi seorang ibu. Studi menemukan, wanita yang menyusui selama minimal 12 bulan memiliki risiko lebih rendah terkena tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi. Seperti kita ketahui, tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung dan stroke.

Dalam penelitian ini, studi memantau lebih dari 4.700 wanita di Korea berusia 19-50 tahun selama mereka menyusui. Para ahli memantau risiko pengembangan sindrom metabolik, meliputi tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi, pada wanita yang menyusui kurang dari 5 bulan, 6 sampai 11 bulan, 12 sampai 23 bulan dan di atas 24 bulan.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa waktu menyusui yang lebih lama berhubungan dengan penurunan risiko mengalami sindrom metabolik. Artinya, semakin lama menyusui, seorang wanita kemungkinan besar terhindar dari penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, serangan jantung dan stroke.

"Efek menguntungkan ASI bagi bayi yang baru lahir dan bayi sudah terbukti, dan studi menunjukkan bahwa menyusui juga melindungi ibu terhadap sindrom metabolik, semakin menambah bukti yang mendukung manfaat ASI bagi kesehatan ibu," ungkap Susan Kornstein, pemimpin studi yang dipublikasikan dalam Journal Womens Health, dikutip Thesun.

Sementara itu, beberapa penelitian sebelumnya telah mengklaim bahwa menyusui dapat melindungi ibu dari kanker payudara dan kanker ovarium. Selain itu, penelitian lain menyebutkan bahwa menyusui juga bisa meminimalkan risiko ibu mengalami obesitas dan diabetes.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini