nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Orang yang Tinggal di Perkotaan Cenderung Stress

Vessy Frizona, Jurnalis · Jum'at 28 April 2017 14:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 04 28 196 1678634 alasan-orang-yang-tinggal-di-perkotaan-cenderung-stress-ua0Y1skDFM.jpg Orang yang tinggal di perkotaan cenderung stres (Foto: Todayonline)

TIDAK dapat disangkal bahwa menjalani kehidupan kota membebani tubuh dan otak. Sudah lama diketahui bahwa tingkat penyakit jiwa cenderung lebih tinggi di pusat kota yang sibuk daripada di daerah pedesaan.

Banyak penelitian menunjukkan orang-orang yang lahir dan besar di kota-kota memiliki tingkat psikosis, gangguan kecemasan, dan depresi yang lebih tinggi, dan efek semacam itu mungkin tidak bergantung pada faktor perancu seperti riwayat keluarga dan status sosial ekonomi.

Ada banyak hal yang tidak kita ketahui tentang penyebab asosiasi semacam itu antara tempat dan kesehatan mental, namun sangat mungkin bahwa penyebab stres pada kehidupan sehari-hari di kota berkontribusi terhadap prevalensi gangguan tersebut.

Sebuah studi baru-baru ini yang mendapat banyak perhatian media menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan penduduk pedesaan, penduduk kota jauh lebih reaktif terhadap kritik sosial dan bahwa reaksi ini sebenarnya terlihat dalam aktivitas otak yang ditunjukkan oleh metode pencitraan fungsional.

Dalam penelitian ini, peserta diminta untuk mengerjakan tugas matematika yang sulit sambil dikritik keras karena kesalahannya. Penduduk kota menunjukkan tingkat aktivasi yang lebih tinggi di amigdala (area otak yang diketahui terlibat dalam mengatur respons emosional terhadap kejadian) daripada di pedesaan.

Di satu sisi, temuan ini berlawanan dengan intuisi karena orang akan mengharapkan orang-orang tersebut mengalami tantangan hidup sehari-hari di lingkungan dengan kepadatan tinggi agar lebih kebal terhadap serangan terhadap sistem otak yang bertanggung jawab mengkoordinasikan kehidupan emosional mereka. Tapi ada kemungkinan ancaman-ancaman dan peringatan yang terus-menerus menuntut perhatian terjadi sehari secara merata di kota.

Jadi apa yang harus dilakukan penghuni kota? Sekarang ada bukti bagus bahwa paparan terhadap alam, walaupun singkat, dapat membantu mengimunisasi otak manusia melawan efek stres perkotaan dan juga dapat meningkatkan fungsi kognitif. Jadi, satu jawabannya adalah agar penduduk kota berhati-hati dalam melindungi oasis perkotaan dari ruang hijau setiap kali mereka merasa berada di bawah ancaman.

"Kita membutuhkan taman kota kita tidak hanya untuk estetika yang baik atau sebagai ruang publik yang meriah tapi juga karena telah terbukti dapat menyembuhkan pikiran yang terganggu," tulis Collin Ellard, Ph.D di Psychologytoday, Jumat (28/4/2017).

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini