FOOD STORY: Lobster, Hidangan Mewah yang Awalnya Adalah Makanan Tahanan & Budak

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 28 April 2017 23:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 28 298 1679131 food-story-lobster-hidangan-mewah-yang-awalnya-adalah-makanan-tahanan-budak-dGwHAoY8cp.jpg Lobster makanan mewah awalnya untuk para budak (Foto:Instagram)

PENCINTA seafood pasti tidak asing lagi mendengar kata lobster. Dibandingkan makanan laut lainnya, lobster sangat populer karena termasuk makanan mewah dengan hargan yang cenderung mahal.

Dibalik kemewahannya itu, tahukah Anda bahwa pada zaman dulu lobster merupakan salah satu hidangan yang dikonsumsi kalangan bawah?

 


Lobster awalnya dipopulerkan oleh penduduk Eropa yang bermigrasi ke Amerika Utara. Kala itu mereka tiba di Pelabuhan Massachusetts Bay Colony, dan menyaksikan ribuan lobster menumpuk setinggi dua kaki.

Namun tak disangka, tumpukan lobster tersebut ternyata dianggap hama atau "kecoak laut" oleh pihak koloni yang berkuasa. Mereka bahkan menjadikan lobster sebagai pupuk atau umpan untuk menangkap ikan besar.

 

A post shared by Ka Ka Peng (@pengkaka37) on


Tidak hanya itu, lobster juga dikenal sebagai makanan kelas bawah karena menjadi satu-satunya sumber protein, yang bisa didapatkan dengan harga terjangkau. Hidangan tersebut juga kerap dijadikan makanan untuk para tahanan, buruh, dan budak.

Pada pertengahan tahun 1800, popularitas lobster pun mulai meningkat. Hal ini dibarengi oleh perkembangan teknologi yang semakin maju, sehingga muncullah inovasi makanan kaleng dan kereta api.

 


Dalam waktu singkat, lobster menjadi salah satu produk kalengan yang paling populer di pasaran. Terlebih lagi setelah tiket kereta menurun drastis. Semakin banyak pula orang-orang yang keluar masuk kota-kota di New England.

Hal tersebut membuat permintaan lobster segar menjadi meningkat. Hingga pada akhirnya, seluruh restoran dan pasar di tahun 1880 mulai menyuguhkan olahan lobster segar kepada para pengunjungnya.

 


Di penghujung Perang Dunia II, kelezatan lobster semakin menggema. Membuat hidangan yang dulunya dianggap hama, menjadi hidangan mewah yang kerap disantap oleh para bangsawan. Demikian dilansir dari Spoonuniversity, Jumat (28/4/2017).

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini