nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lebih Dekat dengan Erin, Anak Gajah yang Belalainya Terpotong Akibat Dijerat Pemburu

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Selasa 02 Mei 2017 12:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 02 406 1680991 lebih-dekat-dengan-erin-anak-gajah-yang-belalainya-terpotong-akibat-dijerat-pemburu-enuK6xXzBw.jpg Gajah Erin di Taman Nasional Way Kambas (foto: Ardiansyah/Antara)

SEEKOR anak gajah yang diberi nama Erin memiliki kondisi tidak sempurna, karena belalainya harus terpotong akibat ulah pemburu yang menjeratnya di hutan. Beruntung, Erin dapat tertolong dan kini kembali pulih dan dirawat di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Lampung.

Banyak wisatawan yang berempati dengan Erin ketika berkunjung ke Taman Nasional Way Kambas. Para wisatawan pun diperbolehkan untuk lebih dekat dengan anak gajah yang diperkirakan berusia 3 tahun tersebut.

Wisatawan tampak memberikan makanan yang disukai Erin agar kondisi kesehatannya kembali pulih. Akun instagram @anakmuda.medan memberikan informasi lengkap mengenai Erin.

#Repost @sulthon_rizki Sedih banget liat anak gajah ini. Penjelasan dari foto ini, baca caption di bawah ya. ・・・ Namanya Erin, anak gajah berumur kurang lebih 3 tahun yang ditemukan di hutan Taman Nasional Way Kambas oleh ERU (Elephant Response Unit) dengan kondisi belalai terputus, lemah, kurus, dan sakit. Belalainya putus akibat terkena jerat pemburu di hutan. Belalai adalah tangan bagi para gajah, sangat penting untuk makan dan minum. Erin ditinggal oleh kelompok serta induknya karena kondisinya yang lemah akibat kesulitan mengambil makanan dan minum. Kini Erin berada di PKG (Pusat Konservasi Gajah) T.N Way Kambas. Berkat pertolongan Tuhan, Dokter Hewan, Mahout, serta para petugas lainnya kondisi Erin sekarang menjadi lebih baik. Meski begitu, Erin masih tetap kesulitan untuk makan karena kondisi belalainya, semakin besar Erin semakin sulit untuk menjangkau dan mengambil makanan terutama rumput. Erin masih harus dibantu untuk mengambil makanan supaya pakan yang dikonsumsi mencukupi tubuhnya. Rp50.000/hari untuk membayar petugas yang mengambilkan rumput untuk Erin, belum lagi biaya kesehatan yang bisa sampai 4-5 juta untuk sekali treatment setiap minggunya. Maka dari itu, bantu mereka untuk menjaga dan merawat Erin. Bantuan serta donasi anda sangat dibutuhkan oleh mereka. Save Erin, Save Sumatran Elephant. Salam Lestari! . . . #ceritaanakmedan #anakmudamedan #gajah #pecintagajah #elephant #saveelephants #gajahsumatera

Sebuah kiriman dibagikan oleh Anakmuda Medan (@anakmuda.medan) pada Okt 19, 2016 pada 2:22 PDT

Dalam captionnya, diterangkan jika Erin, ditemukan di hutan Taman Nasional Way Kambas oleh ERU (Elephant Response Unit) dengan kondisi belalai terputus, lemah, kurus, dan sakit. Belalainya putus akibat terkena jerat pemburu di hutan.


Belalai adalah tangan bagi para gajah, sangat penting untuk makan dan minum. Erin ditinggal oleh kelompok serta induknya karena kondisinya yang lemah akibat kesulitan mengambil makanan dan minum.


Kini Erin berada di PKG (Pusat Konservasi Gajah) T.N Way Kambas. Berkat pertolongan Tuhan, Dokter Hewan, Mahout, serta para petugas lainnya kondisi Erin sekarang menjadi lebih baik.


Meski begitu, Erin masih tetap kesulitan untuk makan karena kondisi belalainya, semakin besar Erin semakin sulit untuk menjangkau dan mengambil makanan terutama rumput. Erin masih harus dibantu untuk mengambil makanan supaya pakan yang dikonsumsi mencukupi tubuhnya.


Rp50.000/hari untuk membayar petugas yang mengambilkan rumput untuk Erin, belum lagi biaya kesehatan yang bisa sampai 4-5 juta untuk sekali treatment setiap minggunya.


Maka dari itu, bantu mereka untuk menjaga dan merawat Erin. Bantuan serta donasi Anda sangat dibutuhkan oleh mereka.


Save Erin, Save Sumatran Elephant.

Salam Lestari!

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini