nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahaya! Jangan Biasakan Merokok Setelah Makan

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Selasa 02 Mei 2017 14:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 02 481 1681152 bahaya-jangan-biasakan-merokok-setelah-makan-jqeB4CqdDC.jpg Ilustrasi (Foto: Health)

TAHUKAH Anda berat badan bertambah bisa disebabkan beberapa kebiasaan buruk setelah makan? Kebiasaan ini bahkan tak hanya memengaruhi metabolisme dan pencernaan, tetapi juga kesehatan secara keseluruhan.

Jadi, jika Anda setelah makan, usahakan untuk menghindari kebiasaan buruk berikut yang dilansir dari laman Truweight, Selasa (2/5/2017):

Mandi

Untuk menurunkan berat badan, hindari mandi sesaat setelah makan. Mandi setelah makan malam memperlambat proses pencernaan dan metabolisme. Hal ini memperlambat aliran darah ke arah perut dan menurunkan suhu tubuh. Keduanya bisa memperlambat proses pencernaan.

Mengonsumsi buah sesaat setelah makan

Perut kita tidak bisa mencerna buah setelah makan berat. Mereka akan membusuk di eprut, karena pencernaan akan lambat. Konsumsi buah satu jam sebelum makan, ini adalah salah satu tips terbaik untuk menurunkan berat badan.

Cukup duduk

Ini adalah kebiasaan yang sering dilakukan setelah makan berat. Duduk setelah makan akan membuat Anda bertambah gemuk. Berjalan kaki selama 15 menit sampai 20 menit setelah makan akan meningkatkan metabolisme. Hal ini akan membantu pencernaan dan mencegah kembung.

Tidur

Tidur setelah mengonsumsi makanan memperlambat proses pencernaan yang menyebabkan kembung. Hal ini salah satu faktor penting yang menyebabkan kenaikan berat badan. Anda harus menunggu dua jam setelah makan, lalu tidur.

Merokok

Kebanyakan orang memiliki kebiasaan merokok setelah makan. Meski merokok tidak akan sehat kapanpun dilakukannya, lebih berbahaya lagi jika setelah makan. Merokok setelah makan dapat menyebabkan keasaman, mulas, bahkan penambahan berat badan.

Sementara, sebuah studi yang dikutip dari Newhealthadvisor menyebutkan, merokok satu batang saja setelah Anda makan sama seperti merokok 10 batang rokok. Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini