Image

Pernah Putus Asa Tak Bisa Menari Lagi Selamanya, Stephanie Kurlow Jadi Balerina Berhijab Pertama di Dunia

Vessy Frizona, Jurnalis · Selasa 09 Mei 2017, 09:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 08 196 1686005 pernah-putus-asa-tak-bisa-menari-lagi-selamanya-stephanie-kurlow-jadi-balerina-berhijab-pertama-di-dunia-RUQAyFiVGb.jpg Stephanie Kurlow (Foto: Instagram)

MENARI sejak usia dua tahun, Stephani Kurlow kecil menggenggam cita-cita ingin menjadi penari profesional terkenal di dunia. Gadis asal Australia ini pun giat berlatih untuk menggapai impiannya.

Masa kanak-kanak Stephanie dihabiskan untuk menggeluti dunia seni tari. Hingga akhirnya ia jatuh cinta dengan salah satu jenis tarian yang sangat indah. Tarian yang berasal dari Italia dengan gerakan yang penuh penghayatan. Tarian itu ialah tari Balet.


Bertekad ingin menjadi Belerina internasional, Stephanie gigih berlatih. Gadis berusia 15 tahun ini mendapat dukungan penuh dari kedua orangtuanya kala itu. Ia mengikuti sanggar tari balet dengan waktu latihan 30-45 jam dalam sepekan.

Di tengah asyiknya berlatih balet dengan segala angan menjadi Balerina dunia di kepala, tiba-tiba Stephanie harus mengubur impiannya. Kedua orangtua Stephanie memutuskan masuk agama Islam, dan ia pun otomatis mengikuti. Impian menjadi Balerina terbang bersama angan sebelum perjuangannya berakhir.

Stephanie yang saat itu berusia 10 tahun berpikir, bahwa ketika menjadi seorang muslim dan berhijab tak akan ada perusahaan atau sanggar yang mau menerimanya berlatih lagi. Dia hanya bisa mundur dan melupakan impiannya.

Sedih? Pasti. Entah berapa kali ia menangis kala itu. Walau, ayahnya yang berasal dari Autralia dan ibunya Rusia tidak melarang, namun ia tetap sedih membayangkan tak ada tempat untuk wanita berhijab.

Miss you girls💕 @its.sass @athenacostello_

A post shared by S T E P H A N I E  K U R L O W (@stephaniekurlow) on


Selang waktu berlalu, Stephanie sepertinya memang sudah ditakdirkan menjadi Balerina. Ketika sedang sibuk belajar agama yang baru dianutnya, ia melihat pembaca berita televisi di Amerika berhijab dan seorang balerina dari Afrika. Saat itu juga pikirannya terbuka.

"Bahwa jilbab, agama, suku, ras, warna kulit, dan bahasa, bukan halangan untuk melakukan apa pun. Saya yakin bahwa orang tak melihat apa yang dipakai atau latar belakang seseorang. Tetapi orang melihat kemampuan. Hal apa yang kita bisa," ujar Stephani saat ditemui Okezone belum lama ini di kawasan Jakarta Selatan.

Stephanie pun lanjut belatih koreo. Mengangkat kaki, tangan, kepala, berlari, berputar, sambil diiringi musik klasik atau orkestra. Cita-cita yang dulu sempat padam, kini mulai berkobar lagi. Percikan api membara menjadi semangat di dadanya.


"Balet adalah milik semua orang. Siap pun boleh menari, siapa saja bisa bercita-cita. Selama dia mau, tak ada yang bisa menghalangi. Saya hanya ingin semua orang terbuka memberi kesempatan kepada siapa saja. Sekarang saya mengajarkan balet kepada orang," sambung wanita 15 tahun ini.

Kini Stephanie dikenal sebagai penari balet pertama yang menggunakan hijab. Selain itu ia menekuni beberapa bidang seperti menyanyi, menulis, berpuisi, dan juga modeling. Talenta dan semangat Stephanie untuk balet mampu menginspirasi dan menarik perhatian banyak orang.

Meski menerima banyak pujian, ia juga menerima kritik. Stephanie kini sibuk juga di kegiatan sosial. Ia memberdayakan anak-anak.yang terlantar dan juga wanita dari berbagai latar belakang.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini