nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panduan untuk Orangtua agar Otak Anak Berkebutuhan Khusus Bisa Berkembang Optimal

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 08 Mei 2017 18:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 08 481 1686133 panduan-untuk-orangtua-agar-otak-anak-berkebutuhan-khusus-bisa-berkembang-optimal-4F72LZmLWF.jpg Ilustrasi (Foto: Speechbuddy)

Meski mengalami gangguan tumbuh kembang, anak berkebutuhan khusus otaknya masih dapat berkembang optimal. Orangtua harus mau melakukan tindakan yang membuat mereka tidak malas belajar.

Anak berkebutuhan khusus bukan berarti tidak bebas bersosialisasi. Orangtua juga diharapkan tidak malu untuk mengajak mereka berkomunikasi dengan banyak orang.

Penanggung Jawab Akademik Sekolah Khusus Individu Autisma Mandiaga Yulianty Sitompul mengatakan, orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus harus sering melatih ketrampilan dasar anak. Cara ini merupakan salah satu langkah terapi untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

"Melatih mereka melalui terapi dengan merangsang keterampilan, bisa membuat anak autisma mudah mengungkapkan keinginannya," terangnya dalam forum diskusi kesehatan, di Jakarta, belum lama ini.

Dia menambahkan, terapi autisma dapat dilakukan di sekolah maupun di rumah. Orangtua senantiasa menjadi guru untuk anak dan jangan minder ketika bertemu dengan orang lain.

Pada kesempatan sama, Spesialis Kedokteran Jiwa dari Siloam Hospital dr Eva Suryani SpKJ mengatakan, jangan biarkan anak autisma berhenti belajar. Terapi dalam bentuk peningkatan tumbuh kembang fisik dan otak sangat mereka butuhkan.

"Sayang sekali jika terapi dihentikan, mereka tak bisa mengalami tumbuh kembang secara optimal,” kata Eva.

Tumbuh kembang optimal pada anak autism dapat pula dilakukan dengan memperbanyak peluang anak, agar mereka mau berinteraksi sosial. Anak juga jadi mudah mengekspresikan kemauannya tanpa harus dimarahi atau dipaksa.

Karena kunci menjadikan anak berkebutuhan khusus menjadi cerdas yakni dari kemauan orangtua untuk mengajari. Ajaklah mereka belajar layaknya anak seusianya yang tidak berkategori kebutuhan khusus.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini