Jangan Lupa Hand Hygiene untuk Cegah Penularan Infeksi di Rumah Sakit

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Rabu 10 Mei 2017 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 10 481 1687954 jangan-lupa-hand-hygiene-untuk-cegah-penularan-infeksi-di-rumah-sakit-Dl3xi2RiAm.jpg Ilustrasi (Foto: Generalnews)

INFEKSI nosokomial, atau kini disebut Health Care-Associated Infection (HCAIs) merupakan ancaman besar bagi keselamatan pasien di rumah sakit. Karena, HCAI dapat memperpanjang masa rawat inap dan merupakan salah satu penyebab utama kematian.

Ironisnya, di negara berkembang, termasuk Indonesia, prevalensi penularan infeksi ini meningkat hingga 40 persen. Menurut General Secretary of the Indonesian Society of Infection, dr Ronald Irwanto, Sp.Pd. KPTI, infeksi nosokomial paling sering terjadi di rumah sakit.

"Seseorang yang masuk rumah sakit rentan terhadap infeksi, penularannya melalui peralatan atau fasilitas, atau tenaga kesehatan," ujarnya dalam seminar update hand hygiene berstandar lokal & internasional di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Rabu (10/5/2017).

Lebih lanjut, penelitian mengemukakan bahwa infeksi nosokomial di rumah sakit diakibatkan oleh kurangnya kepatuhan para tenaga kesehatan. Rata-rata kepatuhan tenaga kesehatan di Indonesia dalam hal mencuci tangan hanya sekira 20-40 persen.

Penyebab lainnya adalah kurangnya pengawasan, praktek pencegahan yang buruk dan tidak tepat, serta keterbatasan informasi mengenai pengendalian infeksi di rumah sakit. Dikatakan oleh dr Ronald, untuk mengatasi permasalahan tersebut, sejumlah tindakan preventif telah dilakukan, salah satunya dengan adanya aturan untuk membentuk komite pengendalian infeksi di setiap rumah sakit. Selain itu, tentunya melalui program pencegahan dan pengendalian infeksi dengan menerapkan program hand hygiene.

"Cuci tangan salah satu pencegahan penularan infeksi dari rumah sakit. Banyak penelitian telah membuktikan, hand hygiene mengurangi risiko penularan infeksi di antara pasien atau petugas kesehatan ke pasien," jelasnya.

Hand hygiene adalah suatu upaya atau tindakan membersihkan tangan dengan menggunakan sabun antiseptik pada saat mencuci tangan dengan air mengalir. Selain itu, bisa juga menggunakan handrub yang mengandung alkohol sesuai dengan langkah-langkah sistematik yang ditentukan untuk mengurangi jumlah bakteri yang tersebar di tangan.

Menurut dr Ronald, hand hygiene sudah menjadi program dari pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI dengan cara seragam (berbasis alkohol). Dia mengatakan, tinggal monitoring, mengingatkan dokter dan petugas kesehatan untuk melakukan hand hygiene.

"SOP sudah ada di setiap rumah sakit, tinggal diingatkan, misalnya menggunakan cara kreatif dan inovatif. Misalnya ditaruh di bed pasien, 'cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh saya'. Pengunjung yang ke rumah sakit juga harus diedukasi hand hygiene," ungkapnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini