nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Hewan Endemik Ditemukan di Pegunungan Bantaeng

Zulfikarnain, Jurnalis · Jum'at 12 Mei 2017 17:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 12 406 1689251 3-hewan-endemik-ditemukan-di-pegunungan-bantaeng-QcHlrPiu02.jpg Hewan Endemik di Pegunungan Bantaeng (foto: Istimewa)

DI ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl), tim eksplorasi gabungan Indonesia, Belanda, dan Inggris berhasil menemukan 3 binatang endemik. Yakni burung sikatan Lomppobattang atau flycatcher lompobattan-ficedula bonthaina, Tarius dan Katak Endemik Lompobattang.

Adalah Balang Institute bersama Burung Indonesia, VBN Belanda dan RSPB Inggris yang melakukan eksplorasi keanekaragaman hayati Hutan Desa Pattanetang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, baru-baru ini.

(foto: Istimewa)

"Untuk eksplorasi permulaan yang dilakukan secara cepat, temuan kita sudah sangat luar biasa, medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu kami berhasil menjelajah hingga ketinggian 1.800 mdpl, dan menemukan sikatan lompobattang yang memang menjadi tujuan utama eksplorasi ini,” kata koordinator lapangan tim eksplorasi, Qiko Zulkifli dari Balang Institute, Senin (8/5/2017).

Eksplorasi ini, lanjut Qiko, merupakan bagian program peningkatan layanan ekosistem dan keanekaragaman hayati di Key Biodiversity Areas (KBA) Karaeng-Lompo.

Sementara Baren Van Gemerden dari VBN Belanda menyebut, Hutan Desa Pattaneteang. Menurutnya, kekayaan keanekaragam hayatinya sangat luar biasa.

"Kami tidak sia-sia mendaki medan hutan, kami akan berkunjung kembali tahun depan untuk melihat lebih jelas sebaran flycatcher lompobattang," ujar Baren.

(foto: Istimewa)

Terpisah, Kepala Desa Pattaneteang Lukman Bundung, menjelaskan Desa Pattaenteang dijadikan lokasi untuk mengembangkan pendekatan bentang alam dalam pelestarian alam, agar membawa manfaat bagi keragaman hayati dan masyarakat di sekitarnya.

"Keberadaan peneliti asing di desanya tidak lepas dari upaya mesyarakat menerapkan pola pengelolaan lahan yang ramah lingkungan. Hal tersebut diterapkan karna Pattaneteang merupakan daerah dengan keragaman hayati tinggi tetapi bentang alamnya juga merupakan bentang alam produktif bagi perekonomian masyarakat sekitar," tutur Lukman.

“Temuan satwa endemik di hutan Desa Pattaneteang akan ditindaklanjuti dengan penyusunan Peraturan Desa (perdes) mengenai kawaan perlindungan keanekaragaman hayati, yang diharapkan bisa mendukung skema pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di desa pattaneteang,” tukasnya.

(foto: Istimewa)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini