nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Batasi Konsumsi Gula Bantu Turunkan Berat Badan

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Jum'at 12 Mei 2017 20:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 12 481 1689723 batasi-konsumsi-gula-bantu-turunkan-berat-badan-XM4irDOF1p.jpg Ilustrasi (Foto: Boldsky)

JIKA Anda ingin menurunkan berat badan, sudah pasti harus membatasi konsumsi gula. Meskipun, makanan manis begitu menggoda selera makan Anda.

Tapi, perlu diketahui, terlalu banyak mengonsumsi gula dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan yang diawali dengan kenaikan berat badan. Karenanya, Anda perlu membatasi konsumsi asupan gula.

Anda bisa mencoba membatasi konsumsi gula selama 2 minggu, dan 5 hal berikut ini yang akan terjadi pada tubuh Anda:

1. Penurunan berat badan

Diet tinggi energi dari fruktosa sering menyebabkan kenaikan berat badan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan bergula untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan resistensi terhadap hormon insulin dan mengakibatkan kenaikan berat badan. Jadi, mengurangi konsumsi gula akan berdampak sebaliknya.

2. Merasa kurang lapar

Saat tubuh mulai mendeteksi berat badan mulai menurun, hormon yang memengaruhi rasa lapar akan aktif. Dengan menurunkan konsumsi gula, Anda perlu bersiap untuk makan lebih sedikit dengan memperlambat laju karbohidrat dalam tubuh. Serat juga membantu memberi Anda dosis energi yang mantap.

3. Perut lebih rata

Ketika mengurangi konsumsi gula, maka dapat memiliki perut yang lebih rata. Makan terlalu banyak gula menyebabkan mikroba usus jadi sehat membuat kita menjadi gemuk. Hal ini akan menyebabkan peningkatan bakteri perut yang buruk.

4. Mulai membakar lemak

Mengurangi asupan gula akan menurunkan jumlah kalori yang Anda konsumsi setiap hari. Ini memaksa tubuh untuk membakar lemak yang tersimpan di bagian perut menjadi energi.

5. Otot menjadi lebih kuat

Asupan gula yang berlebihan menyebabkan kondisi sarcopenia. Ini merupakan kondisi hilangnya massa otot terkait usia. Hal ini terjadi karena konsumsi gula berlebihan menghalangi kemampuan tubuh mensintesis protein menjadi otot. Dengan mengurangi dampak gula, maka akan membuat otot menjadi lebih kencang dan kuat. Dikutip dari laman Boldsky, Jumat (12/5/2017).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini