Cegah Depresi dengan Kurangi Konsumsi Gula

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Sabtu 13 Mei 2017 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 12 481 1689738 cegah-depresi-dengan-kurangi-konsumsi-gula-YCBkSpvAan.jpg Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

MENGONSUSMI makanan mengandung gula tinggi tidak hanya memengaruhi berat badan. Makanan manis juga dapat mempengaruhi kesehatan Anda dengan berbagai cara.

Tidak hanya menyebabkan kenaikan berat badan, mengonsumsi gula berlebihan dapat berdampak pada otak. Karena itu, sejumlah masalah otak dapat dihindari dengan mengurangi konsumsi gula.

Berikut manfaat mengurangi konsumsi gula selengkapnya yang dilansir dari laman Boldsky, Jumat (12/5/2017):

Menghentikan kecanduan gula

Mengonsumsi terlalu banyak gula menutup sinyal dopamin yang sehat. Karenanya, berhenti mengonsumsi gula berlebihan akan membantu menghentikan kecanduan gula.

Depresi

Bila otak mengalami lonjakan gula, insulin menjadi lebih kebal terhadap efeknya, karenanya kurang efektif. Hal ini akan menyebabkan depresi dan kecemasan. Inilah salah satu manfaat berhenti mengonsumsi gula berlebihan.

Menjaga otak tetap tajam

Tahukah Anda bahwa gula sebenarnya bisa mengurangi kekuatan otak? Makan terlalu banyak gula justru bisa mengganggu fungsi kognitif dan mengurangi protein yang diperlukan untuk daya ingat dan tanggap.

Menurunkan risiko Alzheimer dan demensia

Diet tinggi gula mengurangi produksi bahan kimia dikenal sebagai faktor neurotropika yang diturunkan otak, di mana akan membantunya membentuk ingatan baru dan mengingat masa lalu. Makanya, mengurangi konsumsi gula menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan demensia.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini