nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Uniknya Motif Tenun Tanimbar, Adiwastra Khas Maluku Tenggara Barat

Dinno Baskoro, Jurnalis · Senin 15 Mei 2017 17:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 15 194 1691388 uniknya-motif-tenun-tanimbar-adiwastra-khas-maluku-tenggara-barat-wOVm9d2flm.jpg Tenun ikat Tanimbar (Foto: Tenun Gaya )

SELAIN batik, kain tenun selalu disebut-sebut sebagai warisan budaya Nusantara yang cukup bernilai. Bagaimana tidak? Sama halnya dengan batik, kain tenun juga menjadi bagian dari sejarah bangsa ini.

Lihat saja aneka ragam kain tenun yang dimiliki sejumlah daerah di Indonesia. Masing-masing memiliki ciri khas yang unik. Seperti halnya tenun ikat Tanimbar dari wilayah Tanimbar di Maluku Tenggara Barat.

Mungkin tidak banyak orang tahu kawasan Tanimbar di Maluku Tenggara Barat. Sebab, cakupan wilayah Maluku ini letaknya cukup jauh dari kepulauan Maluku yang biasa kita kenal.

"Sejarah menenun mulai dikembangkan pada abad ke 3 di Indonesia karena ada perdagangan sutera. Mulai dari pulau Jawa, Bali, Flores dan sampai ke Tanimbar," ucap Elizabeth Werembinan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemda Kab. Maluku Tenggara Barat saat Media Gathering bertema "Tenun Ikat Tanimbar" yang digelar INPEX di Jakarta, belum lama ini.

Dari banyaknya tenun khas dari daerah masing-masing. Rupanya tenun ikat asal Tanimbar (MTB) ini memiliki ciri khas yang terbilang unik. Yakni corak dan motifnya yang menggambarkan aktivitas, kebiasaan serta adat istiadat yang berlaku di kawasan tersebut.

"Mulai dari kebiasaan memancing, kebiasaan berburu, semua yang ada di alam di aplikasikan dalam tenun yang dibuat oleh pengrajin," ucapnya.

Motif Khas

Pada Tenun Ikat Tanimbar terdapat banyak corak atau motif yang menurut masyarakat setempat mengandung nilai-nilai adat dan bermakna luhur yang menunjukan jati diri masyarakat Tanimbar. Tenun ikat Tanimbar sampai saat ini paling tidak memiliki 47 motif. Berikut beberapa corak dan motif dari tenun ikat Tanimbar yang populer.

(Foto: Dinno / Okezone)

Motif sair: memiliki ciri khas bentuk seperti bendera yang melambangkan kemenangan. Bendera Filosofi motif ini menggambarkan bahwa Tanimbar selalu berkiprah dan bersemangat untuk menekuni kehidupan.

Motif bunga anggrek: Filosofi dari motif anggrek yang menggambarkan lambang kecantikan, keagungan dan keuletan.

Motif tunis: Memiliki ciri khas berbentuk anak panah tunggal maupun anak panah kembar dan filosofinya adalah masyarakat Tanimbar selalu berhati-hati dan siaga terhadap ancaman.

Motif bulan sabit: Konon motif ini terinspirasi dari suatu peristiwa alam di mana bulan berbentuk setengah atau sebutan bulan sabit. Biasanya masyarakat Tanimbar menjadikannya sebagai suatu kesempatan untuk mencari hasil laut, serta masih banyak motif khas lainnya.

Makna kain tenun bagi masyarakat

Tak hanya digunakan sebagai kebutuhan sandang. Tenun ikat Tanimbar juga dimaknai sebagai amanah seperti alat dalam upacara adat.

Misalnya dalam upacara pernikahan, tenun dibuat dan diberikan kepada keluarga pengantin untuk mengatur hubungan kekerabatan 2 keluarga. Tenun menjadi bagian utama dari budaya itu sendiri yang harus dijaga dan tidak boleh dipindahtangankan karena dianggap masyarakatnya sebagai berkat.

Seiring berkembangnya zaman, tenun ikat Tanimbar juga digunakan dalam acara-acara pemerintahan seperti penjemputan tamu, tarian, hadiah untuk tamu berkunjung dan lain sebagainya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini