Delilah si Anak Badak Asal Sumatera yang Kekinian

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 17 Mei 2017 11:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 16 406 1692584 delilah-si-anak-badak-asal-sumatera-yang-kekinian-WV0uxA5jew.JPG Badak Delilah (foto: Instagram/@amandazecannya)

MEMBANGUN kepedulian dan kesadaran terhadap upaya konservasi badak Sumatera dan membangun advokasi dengan masyarakat Indonesia melalui upaya konservasi badak Sumatera merupakan 2 tujuan dari dibentuknya Konsorsium Konservasi Badak Sumatera yang berkolaborasi untuk menyelamatkan badak Sumatera.

Salah satu badak Sumatera yang sangat diberi perhatian ialah Delilah. Ya, Delilah beruntung sekaligus mengemban banyak harapan. Sesuai dengan namanya yang berasal dari kata Delalah dalam bahasa Jawa yang artinya hadiah dari Allah.

Ini berarti Delilah merupakan representasi atau simbol bahwa badak Sumatera perlu perhatian lebih untuk dijaga keeksistensiannya.

"Mengapa Delilah? Delilah ini berasal dari bahasa Jawa yaitu Delalah yang artinya hadiah dari Allah," ujar Bambang Dahono Adji, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH).

Delilah lahir dari pasangan Andalas dan Ratu, pasangan badak Sumatera dari Suaka Rhino Sumatera (SRS) di Pulau Sumatera setelah sebelumnya melahirkan seekor anak badak jantan yang sehat bernama Andatu, kakak Delilah.

Kelahiran Delilah merupakan kesuksesan program produktif perkembangbiakan di kebun binatang. Suaka Rhino Sumatera adalah satu-satunya tempat di dunia yang berhasil mengembang biakan badak Sumatera di suaka.

"Delilah bagi kami adalah bukti dari kerja keras untuk menyelamatkan mamalia paling terancam punah di dunia," tambah Ketua Forum Badak Sumatera Noviar Andayani.

Delilah lahir pada Kamis, 12 Mei 2016 lalu pukul 4.42 pagi di Suaka Rhino Sumatera dan merupakan badak kedua yang lahir di penangkaran Indonesia. Ketika lahir berat anak badak yang kini gemar berkubang di lumpur itu sekira 45 pon.

Sekarang adik dari Andatu itu sering menghabiskan waktunya untuk tidur siang, berkeliling hutan bersama ibunya, makan semak belukar, dan menikmati mandi lumpur di lubang yang dibuat ibunya.

Saat ini Delilah dan semua badak Sumatera lainnya menunggu kesadaran dan partisipasi masyarakat lainnya untuk turut serta dalam ikut menjaga dan melestarikan badak Sumatera dari tekanan habitatnya yang banyak digunakan untuk tambang, perburuan liar dan sulitnya berkembang biak.

Untuk mengetahui keseharian dan cerita Delilah lebih lanjut, Anda bisa membuka dan mengikuti akun instagram serta twitter Delilah di @badakdelilah. Jangan lupa untuk memberi tagar (#) KadoUntukDelilah ketika memposting di media sosial.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini