Image

Moms, Jangan Bikin Perayaan Ulang Tahun Anak! Ini Alasannya Berdasarkan Pandangan Islam

Vessy Frizona, Jurnalis · Jum'at 19 Mei 2017, 05:15 WIB
https img k.okeinfo.net content 2017 05 18 196 1694216 moms jangan bikin perayaan ulang tahun anak ini alasannya berdasarkan pandangan islam vcKoIlPDyp.jpg Ilustrasi ulang tahun (Foto: Simplyicb)

BERTAMBAHNYA usia anak dengan segala kepintarannya membuat orangtua bahagia dan bersyukur. Demi mewujudkan rasa syukur itu, orangtua merayakan hari ulang tahun dengan menggelar pesta.

Mulai dari pesta sedehana seperti makan bersama keluarga terdekat dengan meniup lilin dan memotong kue, berbagi di panti asuhan, bahkan hingga perayaan besar-besaran dengan menyewa gedung hotel, musik dan penyanyi, serta dekorasi indah.

Lantas, bagaimana pandangan Islam tentang perayaan pesta ulang tahun? Dalam beberapa hadits disebutkan, bahwa perayaan-perayaan seperti pesta ulang tahun mengandung dua sisi larangan. Berikut ulasannya yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber.

Larangan pertama ialah berkaitan dengan perayaan-perayaan baru yang berkenaan dengan kebiasaan atau adat. Di mana perayaan tersebut menjadi kebiasaan yang tidak dilakukan oleh Rasulullah. Perkara tersebut masuk ke dalam bid'ah.

"Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867)

“Setiap kesesatan tempatnya di neraka.” (HR. An Nasa’i no. 1578)

Sementara itu, larangan yang kedua berkenaan dengan adanya unsur tasyabbuh (menyerupai) seperti musuh-musuh Allah SWT. Budaya ini bukan merupakan budaya kaum muslimin, namun warisan dari nonmuslim. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa hari raya terbaik ialah Idul Fitri dan Idul adha.

Suatu hari ketika memasuki kota Madinah, Nabi SAW mendapati dua hari raya yang digunakan kaum Anshar sebagai waktu bersenang-senang dan menganggapnya sebagai hari ‘Ied, maka beliau bersabda,

“Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian hari yang lebih baik dari keduanya, yaitu ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha”.

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031).

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini