Image

Menapaki Tanah Berbudaya Megalitik Serasa Melangkah Mundur ke Masa Lalu

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 18 Mei 2017, 19:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 05 18 406 1694349 menapaki-tanah-berbudaya-megalitik-serasa-melangkah-mundur-ke-masa-lalu-L1tV2Wk1ye.JPG Lompat Batu Nias (foto: Instagram/@annisatulhusna)

SAAT kali pertama menapakkan kaki di Pulau Nias waktu seakan bergerak mundur. Waktu terpagar batu-batu besar dan menahan kaki untuk tidak melangkah maju.

Tradisi lompat batu besar jadi kebanggaan pulau luas yang jadi tempat tinggal budaya zaman batu besar ini selalu menarik untuk dikunjungi berulang kali.

Pulau yang mengagumkan indah ini memiliki anggota-anggota pulau yang lain terdiri sekira 27 pulau dengan hanya 11 pulau berpenghuni. Pulau Nias menjadi pulau paling luas dibanding pulau lainnya, luas Pulau Nias sekira 5.000 km persegi.

Ketika berada di pulau ini, pengunjung akan merasakan keterasingan karena hanya sedikit kapal dagang yang bisa berlabuh. Oleh karena suasanya yang masih sepi ini, pengunjung seperti merasa sedang hidup di masa lalu.

Waktu seakan terhenti di masa lalu. Sudah berabad-abad lamanya masyarakat asli Pulau Nias hidup mandiri, ini menyebabkan kebudayaan mereka yang maasih bertahan dan terjaga dari pengaruh dunia luar, juga jadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong.

Jangan ragu untuk merasakan aslinya tanah Nias yang bergelombang. Anda tidak akan kecewa dan menyesal telah menapakkan kaki di pulau yang jadi surganya para peselancar ini. Saking menakjubkannya ombak yang dimiliki pantai-pantai Nias, pulau ini pun disebut sebanding dengan Hawaii.

Maka tak heran jika sempat dijadikan tuan rumah Indonesian Open Surfing Championship karena dahsyatnya ombak yang dimiliki. Untuk bisa sampai ke Pulau Nias yang berada di pantai barat Sumatera Utara harus melewati beberapa rute yaitu lewat kota Medan atau Padang.

Dari Medan pengunjung harus naik pesawat menuju bandara Binaka, Gunung Sitoli. Bila lewat jalur Padang, Anda harus ke Sibolga dahulu dan menempuh perjalanan

selama enam jam. Dari Sibolga lanjut ke Gunung Sitoli naik kapal fery cepat dan menempuh waktu 3 jam.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini