Saking Nikmatnya, Sate Ayam Madura Pikat Ibu Negara Yunani

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 23 Mei 2017 19:55 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 23 298 1698295 saking-nikmatnya-sate-ayam-madura-pikat-ibu-negara-yunani-EywJSmXulq.jpg Ilustrasi (Foto: Pinterest)

JAKARTA - Kedutaan Indonesia di Athena menampilkan kuliner khas Indonesia berupa sate ayam Madura serta pagelaran Tari Merak pada ajang the 5th International Food Festival (IFF) dan berhasil memikat ibu negara Yunani serta pengunjung lain.

Festival kuliner Internasional dilaksanakan oleh organisasi Ladies Ambassador and Ambassador's Spouse in Athens (LAASA) diikuti 35 perwakilan diplomatik dan dihadiri oleh ibu negara Yunani, Vlasia Pavlopoulou. Demikian disampaikan Counsellor KBRI Athena Indonesia, John Admiral.

Dikatakannya dalam ajang IFF, Indonesia mempromosikan sate ayam Madura, lumpia dan es cendol serta Tari Merak yang diminati oleh pengunjung terutama sate ayam karena hampir sama dengan makanan khas Yunani, Souvlaki.

Agar pengunjung dapat membuat sate ayam, pengurus DWP KBRI Athena memberikan selebaran resep sate ayam Madura dan menjelaskan proses pembuatannya kepada para pengunjung saung Indonesia.

Penampilan Tari Merak yang dibawakan penari gadis Yunani menyedot perhatian pengunjung. Banyak pengunjung bertanya bagaimana warga negara Yunani dapat menari tari tradisional Indonesia dengan baik. Mereka terpukau dengan kostum tari merak yang menarik dan gerakannya yang indah diiringi musik yang ceria, ujar John Admiral.

Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa penari adalah alumni program beasiswa seni budaya pemerintah RI dan peserta program kelas tari KBRI. Banyak pengunjung menyampaikan minatnya untuk belajar seni tari Indonesia dan mengikuti program kelas tari KBRI.

Setelah acara pembukaan IFF, ibu negara berkeliling mengunjungi beberapa saung. Saat berkunjung ke stand Indonesia, ibu negara menyampaikan apresiasi atas partisipasi KBRI setiap tahun dalam IFF juga kekagumannya atas kostum dan gerakan indah Tari Merak serta aroma makanan Indonesia, sate ayam Madura.

“Partisipasi Indonesia dalam IFF selain mempromosikan kuliner dan budaya Indonesia menunjukan kepedulian sosial KBRI kepada masyarakat setempat yang membutuhkan bantuan,” ujar John Admiral.

LAASA didirikan pada 2012 beranggotakan 40 perwakilan diplomatik setiap tahunnya menyelenggarakan kegiatan charity bazaar/festival yang seluruh hasil pendapatannya disumbangkan untuk organisasi non pemerintah yang memerlukan bantuan.

Pada tahun ini, seluruh hasil penjualan kuliner diserahkan ke panitia LAASA untuk disampaikan ke organisasi PNOE membantu anak-anak dan keluarga yang anaknya membutuhkan biaya perawatan intensif dan bertujuan mendirikan "intensive care" unit di rumah sakit universitas di Yunani.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini