nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Tertipu, Rokok Berlabel ''Light'' Meningkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Selasa 23 Mei 2017 10:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 23 481 1697628 jangan-tertipu-rokok-berlabel-light-meningkatkan-risiko-kanker-paru-paru-fGMgs1fPgD.jpg Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

JIKA Anda seorang perokok yang menghisap rokok berlabel light atau ringan, dan menganggapnya lebih sehat, maka pikirkan lagi. Menurut sebuah penelitian, rokok berlabel light yang kadar tar atau nikotin lebih rendah, berisiko tinggi mengembangkan kanker paru.

Rokok yang diberi label light, mild, atau tar rendah dikenal sebagai rokok dengan ventilasi pada filter rokok. Umumnya, rokok berlabel light dianggap memiliki rasa lebih ringan, kurang terasa, kadar tar, nikotin dan bahan kimia lainnya lebih rendah daripada rokok biasa. Karenanya, rokok ini dipasarkan oleh industri tembakau sebagai pilihan "lebih sehat".

Tapi, justru sebaliknya, rokok ini mungkin benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan adenokarsinoma paru, jenis kanker paru yang paling umum terjadi.

Temuan dalam Journal of National Cancer Institute menunjukkan, tingkat kasus adenokarsiona paru yang lebih tinggi disebabkan oleh lubang ventilasi pada filter rokok. Karena, lubang ventilasi pada filter rokok membuat perokok menghirup lebih banyak asap yang mengandung karsinogen, mutagen dan toksin lainnya.

"Lubang ventilasi pada filter rokok mengubah bagaimana tembakau dibakar, menghasilkan lebih banyak karsinogen, yang memungkinkan asap mencapai paru lebih dalam, di mana adenokarsinoma lebih sering terjadi," kata Peter Shield dari Ohio State University yang dikutip Boldsky, Selasa (23/5/2017).

Untuk diketahui, penggunaan lubang di saringan atau filter rokok pertama kali diperkenalkan 50 tahun yang lalu. Ketika itu, rokok dengan lubang ventilasi pada filter rokok lebih rokok.

"Ini dilakukan untuk menipu perokok dan masyarakat agar berpikir bahwa mereka sebenarnya lebih aman," tutur Shield.

"Studi kami menunjukkan hubungan yang jelas antara penambahan lubang ventilasi pada filter rokok dan peningkatan kasus adenokarsinoma paru selama 20 tahun terakhir. Lubang ventilasi pada filter rokok ini masih ditambahkan ke hampir semua rokok yang dihisap hari ini," ungkap Shield.

Karenanya, para peneliti mendesak Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat untuk segera melakukan tindakan pencegahan. Salah satunya melarang penggunaan lubang ventilasi pada filter rokok.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini