nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jumlah Perokok Meningkat, Ancaman Kanker Paru Bertambah

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 23 Mei 2017 19:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 23 481 1698204 jumlah-perokok-meningkat-ancaman-kanker-paru-bertambah-8RXXjSNl1p.jpg Ilustrasi (Foto: Express)

JUMLAH perokok di Indonesia semakin meningkat. Ancaman kanker paru juga bertambah akibat kebiasaan merokok.

Spesialis Paru dari Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi, dr Sita Laksmi, PhD, SpP(K) mengatakan, perokok aktif berisiko 13,6 kali lipat terkena kanker paru. Sementara perokok pasif atau yang terkena paparan asap rokok, berisiko empat kali lipat mengalami penyakit yang sama.

"Pada tahap awal, kanker paru tidak memberikan gejala khas sehingga sulit dideteksi. Gejala mulai nampak setelah kanker sudah memasuki stadium tinggi," ujarnya saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Ketua Penelitian dan Registrasi Yayasan Kanker Indonesia, dr Elisna Syahrudin, PhD, SpP(K) menambahkan, satu dari tiga penderita kanker paru adalah perokok aktif. Sudah banyak pecandu rokok di setiap tempat.

"Tidak bisa dilepaskan dari minat masyarakat akan candu tembakau serta paparan udara kotor dan asap rokok," kata dr Elisna.

Salah satu pencegahan, menurut dr Elisna, dilakukan edukasi mulai dari kalangan keluarga. Cara ini dianggap paling efisien untuk saat ini.

dr Sita menyambung, akibat kebiasaan merokok, banyak pula orang menderita penyakit tuberkulosis sejak 10 tahun terakhir. Sementara itu, ada pula peningkatan lima kali lipat jumlah penderita penyakit paru.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevelensi kanker untuk semua kelompok umur di Indonesia 1,4 persen atau 347.392 orang. Yogyakarta menduduki peringkat pertama tertinggi dengan prevelensi 4,1 persen.

"Perempuan paling mendominasi kematian akibat kanker paru belakangan ini, dengan kematian hampir 11 persen" pungkas dr Sita.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini