Gagal ASI Eksklusif, Kebutuhan Gizi Ibu Menyusui Rendah

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 24 Mei 2017 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 24 481 1698619 gagal-asi-eksklusif-kebutuhan-gizi-ibu-menyusui-rendah-R749P3L3T5.jpg Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

SERINGKALI tenaga medis mengingatkan bahwa ibu hamil harus benar-benar mencukupi kebutuhan kalorinya. Tapi anjuran ini juga berlaku untuk ibu menyusui.

Tapi faktanya, usai melahirkan seorang ibu menyusui banyak yang tidak mencukupi kebutuhan gizinya. Akibatnya, bayi juga tetap kekurangan gizi karena dia butuh minum ASI.

"Kebutuhan gizi ibu menyusui seharusnya lebih tinggi daripada ibu hamil. Begitu bayi lahir harus menambah sekira 500 kalori," ujar Spesialis Obestetri dan Ginekologi dr Taufik Jamaan SpOG, saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, belum lama ini.

Berdasarkan studi, rata-rata asupan gizi ibu menyusui di Indonesia lebih rendah daripada ibu hamil. Padahal para ibu harus memberikan bayi ASI eksklusif hingga enam bulan.

"Wajar saja kalau banyak ibu-ibu yang tidak tercapai memberikan ASI eksklusif. Karena rupanya mengalami kekurangan asupan," imbuhnya.

Untuk meningkatkan keberhasilan pemberian gizi cukup, ibu harus memahami fase 1000 Hari Pertama Kehidupan. Ini harus didukung demi keberhasilan tumbuh kembang anak dengan optimal.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini