nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

JELAJAH ISLAM: Mengenal Puasa Nabi Adam Beserta Tata Caranya

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Minggu 28 Mei 2017 17:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 05 28 196 1701732 jelajah-islam-mengenal-puasa-nabi-adam-beserta-tata-caranya-ZPW2yywq7d.jpg (Foto: Instagram)

JAKARTA - Asal muasal ajaran berpuasa diyakini ada sejak penciptaan manusia pertama, Nabi Adam AS dan Siti Hawa.

Keyakinan tersebut menurut HM Sismono, BA dalam bukunya "Puasa pada Umat-umat Dulu dan Sekarang" (2010) berakar ke arti harfiah puasa sebagai kegiatan berpantang. Atau dengan kata lain dilarang dan menahan diri.

Keteladanan untuk menahan diri telah dipraktikkan Adam alaihi salam dan pasangannya dengan tak makan buah khuldi di taman surga. Godaan iblis membuat mereka lengah dan melanggar perintah Allah SWT.

Walaupun dalam Alquran maupun Hadits tidak dijelaskan secara rinci bentuk puasa Nabi Adam AS dan generasi sesudahnya, terdapat petunjuk bahwa agama yang dibawa rasul terdahulu adalah agama monotheisme.

Artinya, terdapat kepercayaan terhadap keesaan Allah. Sehingga, Sismono meyakinkan pula dilandasi Surah Al Baqarah ayat 183 bahwa umat para rasul tersebut telah mengenal ajaran puasa dari Allah SWT.

Pendapat Ibnu Katsir menegaskan pula bahwa Nabi Adam AS berpuasa selama tiga hari setiap bulannya sepanjang tahun, yaitu puasa putih (abyad). Sebagian pendapat mengatakan bahwa Nabi Adam berpuasa pada 10 Muharram sebagai rasa syukur bertemu kembali dengan istrinya di Arafah.

Pendapat lain menyatakan Nabi Adam berpuasa 40 hari 40 malam setiap tahunnya. Sedangkan lainnya menyebutkan beliau berpuasa untuk mendoakan sang putra. Dikatakan pula beliau berpuasa setiap hari Jumat untuk mengenang peristiwa penciptaannya, hari diturunkannya beliau oleh Allah dari surga dan hari pertobatannya setelah makan buah khuldi.

Hadist riwayat Bukhari menyatakan: "Sesungguhnya Allah menjadikan Adam pada hari Jumat, diturunkan ke bumi pada hari Jumat, dia bertobat atas dosanya makan buah khuldi pada hari Jumat dan wafat pun pada hari Jumat."

Wallahu 'allam bishawwab.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini