nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingat Ya Moms, Jangan Sampai Tidak Tahu Kalau Anak Di-bully di Sekolah

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 30 Mei 2017 19:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 30 196 1703352 ingat-ya-moms-jangan-sampai-tidak-tahu-kalau-anak-di-bully-di-sekolah-gvjGoCU004.jpg Ilustrasi Bully (Foto: Salon)

ISU bullying adalah salah satu masalah paling banyak dihadapi anak-anak di sekolah. Namun, tidak semua orangtua peka terhadap hal ini.

Banyak anak-anak yang merasa takut untuk bercerita ketika dirinya menjadi korban bullying baik secara fisik maupun verbal. Para orangtua pun diharapkan bisa lebih peka terhadap anak-anak mereka.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Halda Arsyad menyampaikan beberapa poin tentang ketahanan keluarga di daerahnya. Salah satunya adalah membangun komunikasi dengan guru dan anak sendiri.

Ia menyarankan agar para orangtua intens berkomunikasi dengan guru dan memantau pergaulan anak di sekolah. Tanyakan pula tentang kemungkinan terjadinya bullying pada anak.

"Telefon wali kelasnya. Tanya apakah anak pernah di-bully di sekolah? Tapi terkadang guru pun tidak tahu siswanya di-bully," ujar Halda kepada Okezone usai Rapat Koordinasi Teknis Perlindungan Hak Perempuan Kawasan Tengah Indonesia di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (30/5/2017).

Jika guru tidak mengetahui siswanya terkena bullying, sebaiknya Anda bertanya langsung kepada anak untuk memastikan apakah dia pernah di-bully atau tidak. Jika anak mengaku menjadi korban bully, langkah selanjutnya adalah melapor pada guru.

"Tanyakan siapa yang mem-bully, kemudian sampaikan kepada guru. Minta guru menyampaikan kepada orangtua pelaku bully tentang hal ini," jelas Halda.

Bullying sendiri dialami anak-anak dengan berbagai tindakan fisik maupun verbal. Di tingkat sekolah dasar, bullying umumnya dilakukan secara verbal dengan mengejek nama orangtua atau mengejek kondisi fisik. Namun berbeda halnya bullying di tingkat sekolah menengah.

"Kalau SMA sudah bikin geng biasanya. Kalau fokus ke persaingan HP segala macam dan memandang sinis ke orang lain yang tidak punya HP seperti dia, itu termasuk bully juga," pungkas Halda.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini