nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyakit Paru Obstruktif Kronis Intai Para Perokok di Usia Tua

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Selasa 30 Mei 2017 12:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 30 481 1703087 penyakit-paru-obstruktif-kronis-intai-para-perokok-di-usia-tua-ehgL1dGDlQ.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TIDAK hanya membahayakan kesehatan secara keseluruhan, polusi udara membahayakan kesehatan paru-paru. Mulai dari asap rokok, polusi udara tertutup dan terbuka, serta lingkungan pabrik. Ragam polusi ini bisa menyebabkan PPOK atau Penyakit Paru Obstruksi Kribus,

Menurut dr Dianiati Kusumo Sutoyo, SpP(K), spesialis paru klinis mengatakan. PPOK bersifat progresif dan lambat. Bahkan, dampaknya dirasakan di saat usia tua.

"PPOK itu progresif lambat, sehingga omzetnya selalu di usia tua. Perjalanannya begitu lama. Tapi kalau orang sudah merokok dari SD, enggak usah nunggu 40 tahun. Ke depannya, laju perburukannya lebih cepat dibanding yang lain," jelas dr Dianiati di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 29 Mei 2017.

Namun, PPOK bisa dideteksi pada usia 30 tahun ke atas, bila ditemui salah satu gejala utamanya adalah sesak napas yang progresif dan memiliki faktor risiko. Misalnya, riwayat penyakit bronkitis atau infeksi paru berulang.

Dr Dianiati juga menyebutkan, rata-rata pasien mulai berobat ketika memasuki stadium dua dan tiga. Padahal, PPOK bisa ditangani dan dicegah sejak dini.

Tak ada salahnya Anda melakukan deteksi dini ke dokter apakah Anda terkena PPOK, terutama bagi para perokok dan pernah mengalami infeksi.

"Apalagi jika infeksinya berulang, kita jangan mengatasi infeksinya saja. Kita perlu cek PPOK, pemeriksaan fisis, cek foto, dan faal paru," tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini