nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketahui Bahaya Menahan Kentut terhadap Kesehatan

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Selasa 30 Mei 2017 14:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 05 30 481 1703220 ketahui-bahaya-menahan-kentut-terhadap-kesehatan-8tN5DehxDw.jpg Ilustrasi (Foto: Menshealth)

APAKAH Anda malu untuk kentut? Ya, kentut memang terkadang bisa membuat seseorang malu. Tapi, menahan kentut dapat berdampak berbahaya pada kesehatan.

Dr Ruth Hand, seorang Praktisi Umum yang berbasis di Melbourne, menjelakan bahwa beberapa gangguan sistem pencernaan, seperti sindrom iritas usus besar, bisa menghasilkan sensasi yang perlu dilalui gas secara berlebihan. Namun, jika kita berbicara tentang kentut normal, ini adalah cerita yang berbeda.

"Saya tidak melihat bagaimana kentut bisa buruk bagi kesehatan. Ini adalah gas yang biasa ada di perut Anda. Jadi menahannya tidak berbahaya," ujar Dr Hand yang dikutip Mamamia.com

Tapi, ada satu konsekuensi yang sangat nyata akibat menahan kentut. Hal ini disebut "karma kentut".

"Jika Anda menahan angin, itu akan keluar juga akhirnya, tida ada tempat lain untuk pergi. Mungkin lebih bisa diterima secara sosial untuk membebaskan diri Anda dalam situasi tertentu, itu saja," tambah Dr Hand.

Jika Anda berada dalam situasi sosial yang sangat kikuk dan tidak dapat membebaskan diri, maka jangan ragu untuk menahannya. Tapi, Anda harus tahu bahwa kentut akan tetap keluar, mungkin dalam situasi yang lebih ganjil. Jadi berhati-hatilah.

Sementara itu, menurut pedoman kesehatan Pemerintah Victoria, jumlah orang sering kentut bergantung pada sejumlah faktor, termasuk diet. Beberapa orang kentut hanya beberapa kali per hati, yang lainnya mencapai 40 kali. Tapi, rata-rata seseorang kentut dalam sehari bisa sampai 15 kali.

Lalu, apa yang membuat gas dalam perut berlebihan? Ada beberapa hal yang bisa berkontribusi, termasuk makanan berserat tinggi, obat pencahar dan produk susu.

Namun, Anda harus ke dokter jika mengalami perut kembung yang tidak biasa, sakit perut, perubahan kebiasaan buang air besar atau gejala tidak nyaman lainnya terkait gangguan pencernaan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini