nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Anggap Sepele Ruam di Tangan, Kaki, dan Mulut!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 03 Juni 2017 20:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 03 481 1706868 jangan-anggap-sepele-ruam-di-tangan-kaki-dan-mulut-AodUnEAmJd.jpg Anak Demam (Foto: Ist)

MELIHAT anak yang biasanya aktif, tiba-tiba lemas dan tak bersemangat, Anda harus waspada. Bisa saja si buah hati sedang tidak enak badan. Parahnya, penyakit yang dideritanya ternyata penyakit berbahaya.

Kebersihan anak menjadi hal penting dari menangkal segala bentuk penyakit. Khususnya penyakit yang berasal dari virus. Salah satunya adalah penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut. Penyakit yang masih terbilang awam ini ternyata mudah sekali menyerang anak-anak.

Dijelaskan dokter spesialis anak RS Siloam Lippo Village dr. Elvie C Sangian, penyakit ini berasal dari virus. Lingkungan tempat tinggal dan lingkungan bersosialisasi anak menjadi tempat penularan virus ini. "Mulai sekarang, orang tua harus lebih perhatian tentang kebersihan diri anak dan tentunya lingkungannya," katanya saat memberikan penjelasan di acara Embrace The Joy of Motherhood di RS Siloam Lippo Village, Sabtu (3/6/2017).

Dalam acara yang diselenggarakan Mom&Kiddie itu, Elvie memaparkan pentingnya kebersihan anak. Selalu mencuci tangan sebelum dan setelah melakukan aktivitas menjadi salah satu kunci terhindar dari paparan virus penyakit yang lebih dikenal dengan Flu Singapura itu.

Elvie juga menjelaskan, gejala awal dari penyakit ini adalah demam tinggi. Kemudian, setelah itu muncul sariawan di mulut, atau ruam di luar mulut, tangan, atau telapak kaki. "Yang paling menyusahkan ketika virus ini menyerang mulut," katanya. Sebab, anak akan sulit makan. Dampaknya adalah penurunan daya tahan tubuh dan paling parah adalah dehidrasi.

Elvie menambahkan tidak ada penanganan media secara khusus. Hanya saja bila diperlukan, sambungnya, dokter biasanya memberikan obat pereda nyeri dan demam. Itu pun tidak menyembuhkan penyakit. Hanya membantu si anak merasa lebih nyaman. Akhirnya anak bisa kembali makan.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini