Kisah Mengharukan Mimi yang Direhabilitasi hingga Dikembalikan ke Hutan

Tentry Yudvi, Jurnalis · Kamis 08 Juni 2017 22:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 08 406 1711221 kisah-mengharukan-mimi-yang-direhabilitasi-hingga-dikembalikan-ke-hutan-4xpj3kI7nP.jpg Mimi si Orangutan yang Kembali ke Hutan Kalimantan (foto: International Animal Rescue/Caters News)

SEEKOR orangutan berusia 10 tahun akhirnya telah kembali ke hutan hujan di Kalimantan Barat, setelah 6 tahun direhabilitasi. Orangutan itu dulunya mengalami kejadian buruk.

Mimi dibawa ke pusat rehabilitasi International Animal Rescue (IAR) di Ketapang, Indonesia, pada Mei 2011 setelah disita dari pedagang hewan peliharaan ilegal bersama dengan bayi lain yang bernama Momo.

Tragisnya, ibu mereka terbunuh dan bayi-bayi itu menunggu untuk dijual ke pedagang hewan dan diselundupkan keluar Indonesia.

Mimi dan Momo dikandangkan dalam kondisi mengerikan di belakang sebuah rumah, di sebuah kandang kecil yang menghadap ke sebuah saluran pembuangan di kota Sintang.

Mereka berdua menderita gizi buruk dan Mimi hampir tidak berbulu. Kedua orangutan itu saling menempel satu sama lain dan menjerit setiap kali mereka dipisahkan.

Tapi pasangan orangutan dengan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru mereka di pusat IAR saat para pekerja merawat mereka. Namun, pada 2013 Momo tiba-tiba meninggal karena infeksi, meninggalkan Mimi tanpa teman terdekatnya.

Dilansir dari Dailymail, Kamis (8/8/2017), Mimi dipindahkan setelah perilakunya menunjukkan kemajuannya sebelum akhirnya dianggap siap untuk dilepaskan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

Perjalanan dari pusat rehabilitasi IAR ke Taman Nasional memakan waktu lebih dari 40 jam dengan mobil sebelum tim melanjutkan perjalanan mereka dengan kapal selama 1 jam 30 menit dan kemudian berjalan kaki selama 6 jam melalui hutan lebat di taman.

Dalam beberapa menit setelah dibebaskan, Mimi segera mulai memanjat pohon terdekat dan mulai mencari makan. Tim terus memantau kemajuan Mimi dan aktivitas, serta jenis makanan yang dimakannya di alam bebas.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini