Mumi Lithuania Ungkap Misteri Penyakit yang Sebabkan 300 Juta Orang Meninggal

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 09 Juni 2017 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 09 481 1711979 mumi-lithuania-ungkap-misteri-penyakit-yang-sebabkan-300-juta-orang-meninggal-FTLpBdc46i.jpg Ilustrasi (Foto: Nytimes)

BANYAK peneliti di dunia ini menggunakan mummy untuk bisa mengetahui kehidupan di dunia di masa lalu. Kecanggihan teknologi menjadi bekal mereka untuk menguak misteri manusia zaman dulu dan menjadi pembelajaran di kehidupan saat ini.

Belum lama ini, peneliti di Kanada menemukan fakta teranyar mengenai penyakit mematikan di masa lampau. Simpang siur mengenai penyakit cacar sebagai penyakit mematikan akhirnya terbukti benar.

Sebelumnya, berdasar pada laporan tertulis dari China kuno dan India, serta pengamatan terhadap penampilan beberapa mummy di Mesir, sejarawan dan ilmuan berasumsi, cacar telah ada sejak ribuan tahun. Dan sampai akhirnya pada 2016 yang lalu, peneliti menemukan adanya variola atau virus penyebab cacar di mummy anak-anak yang sudah berumur 300 tahun lamanya. Mummy tersebut diperkirakan berusia 3 sampai 4 tahun. Penemuan tersebut akhirnya menjawab segala keresahan dan pertanyaan besar mengenai cacar.

Terkait dengan penemuan, mummy tersebut meninggal pada pertengahan abad ke 17, ketika cacar menyerang dataran Eropa. Mumi anak-anak itu merupakan salah seorang dari ratusan lainnya yang dikuburkan di ruang bawah tanah di Gereja Roh Kudus, di jantung kota Vilnius, Lituania.

Bila melirik ke dalam ruang penemuan mummi, ruangan tersebut memiliki suhu dan ventilasi yang sejuk. Itu juga yang membuat mayat yang ada di ruangan tersebut menjadi mummi secara alamiah. Kemudian, karena udara ruangan yang sejuk tersebut, mayat mumi tidak rusak sama sekali. Kondisinya tetap utuh setelah berabad-abad. Bahkan, ketika Vilnius diserang dan diduduki Napoleon Bonaparte dan setelahnya oleh Nazi.

Penelitian terhadap mumi yang tersimpan di gereja tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak 1960-an. Saat itu ilmuwan forensik Juozas Albinas Markulis dan murid-muridnya di Universitas Vilnius mulai mempelajari mayat-mayat yang ada untuk mencari tahu korban Perang Dunia II yang kemungkinan berada di antara mayat di sana.

Berlanjut pada 2012, sebuah penelitian yang dipimpin antropolog Italia Dario Piombini-Mascali telah mempelajari mumi Vilnius dengan harapan dapat memperoleh wawasan tentang bagaimana individu ini berasal serta kesehatan dan penyakit apa yang mereka alami.

Kemudian, pada 2016, analisis DNA mumi anak-anak oleh tim dari Universitas McMaster Kanada menemukan adanya sisa variola yang mana merupakan sumber utama penyakit cacar. DNA virus dari mumi anak-anak tersebut menjadi sebuah jawaban atas tanda tanya besar mengenai penyakit cacar di zaman dulu.

Perlu Anda ketahui, cacar sempat menjadi penyakit yang mematikan. 300 juta orang di abad 20 meninggal karena penyakit ini. Sampai akhirnya pemberantasan cacar pun dilakukan sejak 1980.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini