nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berlari Santai Kurangi Risiko Terkena Radang Sendi

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 12 Juni 2017 06:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 11 481 1713083 berlari-santai-kurangi-risiko-terkena-radang-sendi-Kv1dEH1EXX.jpg Ilustrasi (Foto: Foxnews)

SEBAGIAN orang memilih berlari sebagai kegiatan olahraga yang menyehatkan tubuh. Biasanya orang lebih memilih untuk berlari santai di taman atau tempat rekreasi karena bisa sekalian refreshing.

Walaupun terlihat sederhana, ternyata berlari santai memberikan efek yang baik bagi kesehatan sendi, seperti yang dilansir dari Time. Menurut tinjauan ilmiah baru dalam dalam Journal of Orthopedic & Sports Physical Therapy berlari santai baik untuk kesehatan lutut dan panggul. Dibandingkan dengan orang-orang yang berlari secara kompetitif atau bahkan yang tidak berlari sama sekali, para pencinta lari santai memiliki tingkat osteoarthritis yang lebih rendah.

Data analisis dari gabungan 17 penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa rutin berlari santai selama 15 tahun atau lebih, aman untuk kesehatan. Secara keseluruhan, tim peneliti internasional menemukan bahwa hanya 3,5% pelari santai terkena arthritis pinggul atau lutut selama periode penelitian. Hal ini berlaku untuk pelari pria dan wanita yang berlari dalam konteks amatir dan non-profesional.

Mereka yang sama sekali tidak pernah melakukan lari santai memiliki kemungkinan 10,2% terkena radang sendi pinggul atau lutut. Sementara itu, para pelari profesional memiliki peluang 13,3%. Hasil penelitian itu memang tidak mengejutkan. Tetapi banyak penelitian yang menyarankan beberapa perlindungan. Sebuah laporan tahun 2016 dari Universitas Brigham Young, misalnya, mengatakan bahwa berlari selama 30 menit mengurangi tanda-tanda inflamasi di sekitar sendi lutut.

Temuan ini merupakan kabar baik bagi para pelari karena ternyata berlari santai di tempat rekreasi bisa menjadi rekomendasi untuk melatih kesehatan secara aman. Para penulis laporan tidak dapat menentukan secara pasti berapa lama waktu yang diperlukan untuk berlari agar aman bagi sendi. Mereka hanya memperingatkan para pelari untuk berhati-hati karena hasil dalam penelitian memiliki keterbatasan.

Terlepas dari keterbatasan ini, penulis mengatakan bahwa penelitian mereka memberikan informasi berharga untuk dokter, ahli terapi fisik, dan profesional kesehatan lainnya yang mungkin meresepkan pasien pada latihan atletik. Temuan ini juga merupakan kepentingan kesehatan yang umum, mengingat banyak orang di dunia yang gemar berlari.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini