JULIA PEREZ MENINGGAL: Harus Jadi Momentum untuk Galakkan Pencegahan Kanker Serviks

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 11 Juni 2017 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 11 481 1713264 julia-perez-meninggal-harus-jadi-momentum-untuk-galakkan-pencegahan-kanker-serviks-utMeoONJa9.jpg Ilustrasi konsultasi (Foto: Quick and Dirty Tips)

MENINGGALNYA artis dan penyanyi Julia Rahmawati atau biasa dikenal Julia Perez dapat menjadi momentum untuk menggalakkan pentingnya pencegahan kanker serviks sejak dini. Penyakit tersebut masih menjadi momok menakutkan bagi perempuan.

Saat ini, kanker serviks menjadi pembunuh utama pada perempuan di seluruh dunia, terutama di negara miskin dan berkembang. Dalam pesan broadcast yang Okezone terima, Prof. dr. Andrijono SpOG (K) menjelaskan, salah satu inisiator program Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) menyatakan kanker serviks menjadi salah satu kanker penyebab kematian paling banyak ke-3 di Indonesia. Menurut data Globocan yang dirilis WHO/ICO Information Centre on HPV and Cervical Cancer tahun 2012, ada 1 perempuan Indonesia meninggal dalam satu jam setiap harinya karena kanker serviks dan diprediksi terdapat 58 kasus baru setiap harinya.

“Perempuan Indonesia saat ini sedang dalam situasi genting terkena kanker serviks. Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi melalui skrining dan vaksinasi lebih baik dilakukan sejak dini daripada pengobatan," ungkapnya, belum lama ini.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia, Provinsi DKI Jakarta dr. Venita menuturkan, statistik kanker serviks banyak diidap perempuan usia reproduksi. Padahal kanker serviks dapat mulai dicegah sejak remaja dengan vaksinasi.

Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks telah dibuktikan efektivitas dan keamanannya melalui penelitian. Dibandingkan skrining, vaksin jauh lebih efektif. Vaksin mampu mencegah kejadian kanker serviks sampai 70 persen. Sedangkan tes papsmear atau IVA atau tes HPV DNA dapat dilakukan rutin setelah menikah atau bagi perempuan yang sudah aktif secara seksual.

Saat ini program pemberian vaksin HPV baru dilakukan di Provinsi DKI Jakarta dan segera menyusul kota lain Yogyakarta, Surabaya dan Manado. dr Andrijono berharap, pemerintah segera menjadikan program vaksinasi HPV secara nasional agar tidak semakin banyak Jupe-Jupe lain yang menjadi korban.

"Kematian Jupe sangat bisa jadi momentum untuk mendorong program nasional vaksin HPV sebagai salah satu cara paling efektif mencegah kanker serviks," tambah dr Andrijono yang juga menjadi Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI).

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini