nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menara Hantu Jadi Destinasi Petualangan Ekstrem Terseram di Bangkok

Tentry Yudvi, Jurnalis · Selasa 13 Juni 2017 23:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 13 406 1715165 menara-hantu-jadi-destinasi-petualangan-ekstrem-terseram-di-bangkok-7qz2um2cAM.JPG Menara "Hantu" Sathorn, Bangkok (foto: Instagram/@lambus)

MENARA unik Sathron yang terbengkalai di Bangkok belakangan menjadi destinasi petualangan ekstrem terseram bagi turis asing. Bangunan itu berlokasi di tepi Sungai Chao Phraya.

Saat ditelusuri di dalamnya terdapat ratusan balkon melengkung, dan ada ribuan pilar yang memikat mata. Di bagian atas, terdapat sebuah sky bar dan kubah emas di ketinggian 820 kaki, yang terkenal dari film The Hangover II.

Menara ini menjadi salah satu ratusan bangunan bertingkat yang dibangun tahun 90-an ketika pembangunan di Bangkok sedang booming, namun ketika krisis keuangan Asia melanda pada tahun 1997, konstruksi bangunan ini dihentikan.

Sejak saat itu, bangunan pun dikenal dengan "Menara Hantu" dan menjadi sasaran pencuri tembaga. Saat badai melanda Bangkok penduduk lokal mengatakan hujan terlihat turun dari lantai-lantai kosong pada menara hantu tersebut.

Bangunan ini terbengkalai, karena ada perseteruan hutang piutang dan perencanaan pembunuhan di mana pemilik dan arsiteknya Rangan Torsuwan diduga merencanakan untuk membunuh presiden pengadilan tertinggi Thailand saat itu.

Kemudian, seorang backpacker asal Swedia, Stig Johan Kristian Hammarsten (30), ditemukan gantung diri di lantai 43 pada tahun 2014. Tentu hal itu menambah kengerian dan keangkeran menara ini.

Lantas bagaimana orang bisa masuk? Mungkin wisatawan membayar sekira Rp62 ribu kepada pihak keamanan gedung. Chris Wiersma, seorang pengusaha wiraswasta dan blogger perjalanan pernah naik ke puncak menara pada tahun 2015. Dia menjelaskan penjelajahan cukup sampai di lantai 35. Sebab, di lantai tersebut semakin sedikit balkon dan kondisinya sudah tidak lengkap.

"Dari lantai 35 konstruksi semakin kurang lengkap. Sedikit pagar di balkon, buka poros untuk pipa ledeng dan tidak ada lantai kayu lagi tapi hanya beton dengan lubang di dalamnya," ujar Wiersma sebagaimana dikutip dari telegraph, Selasa (13/6/2017).

Sementara putra dari Rangan Torsuwan,  yakni Pansit Torsuwan yang bertanggung jawab atas bangunan tersebut sudah jarang berkunjung ke sana. Dua tahun lalu, dia mengajukan tuntutan pelanggaran pidana terhadap sejumlah pengunjung.

"Untungnya, struktur bangunan itu sudah selesai tepat sebelum krisis, hanya kubah yang tersisa untuk ditutupi," kata Pansit kepada Telegraph Travel.

Dia menuturkan, beberapa mesin mekanik dan elektronik hancur atau dicuri, seperti lift, eskalator, serta kawat listrik dan pompa air. Satu-satunya masalah yang mengkhawatirkan adalah keamanan bangunan karena banyak orang ingin memanjat ke sana, untuk mengambil foto, berpesta atau melakukan petualangan ekstrem.

"Banyak tempat di dalam gedung tidak aman, beberapa lantai setengahnya selesai, rel belum terpasang. Sangat mudah jatuh dan mengalami kecelakaan serius. " tambah Pansit.

Meski sudah digambarkan menjadi menara berhantu, namun Pansit terus berusaha untuk menemukan pembeli, dan investor yang mau menyelesaikan pembangunan tersebut.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini