nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh! Ribuan Turis Eksodus dari Darjeeling, India

Tentry Yudvi, Jurnalis · Selasa 13 Juni 2017 22:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 13 406 1715174 waduh-ribuan-turis-eksodus-dari-darjeeling-india-Aq2gGVaTvB.jpg Turis Meninggalkan Darjeeling, India (foto: AFP/AsiaOne)

RIBUAN turis melarikan diri dari sebuah resor bukit di Darjeeling, India. Kejadian ini setelah kelompok separatis memberikan peringatan jika akan ada pemogokan umum yang berpotensi berubah menjadi aksi kekerasan.

Ratusan tentara dan polisi anti huru hara terlihat berpatroli di sekitar jalanan resor yang terkenal akan produksi teh di India Timur tersebut. Sementara, para wisatawan terlihat panik untuk mengemasi tas mereka.

Sebelumnya, telah terjadi kerusuhan dan pembakaran di Darjeeling pekan lalu yang menyebabkan 12 orang cidera. Kelompok Gorkha Janmukti Morcha (GJM) menjelaskan kerusuhan itu awalnya tidak diinginkan namun akhirnya terjadi.

Kawasan perbukitan yang menjadi tempat ricuh selama ini dikenal sebagai tempat produksi teh Darjeeling di mana proses produksinya dijaga ketat. Spot ini juga terkenal dengan "kereta mainannya" sepanjang 78 km yang mengantarkan penumpang dari New Jalpalguri.

Permasalahan ini dikhawatirkan akan membawa pukulan telak bagi industri pariwisata. Hal ini pun dikatakan Pradip Lama, sekretaris Asosiasi Agen Perjalanan Darjeeling, yang mengatakan jika pengunjung akan pergi hampir 70 persen. "Sampai hari Minggu, 7.000 wisatawan meninggalkan Darjeeling," kata Lama dilansir dari Asiaone, Selasa (13/6/2017).

Perlu diketahui, masalah yang tengah dihadapi kawasan itu adalah karena GJM ingin mendirikan negara mereka sendiri yang bernama Gorkhal di wilayah perbukitan bagian dari Bengal Barat.

Ketegangan semakin meningkat lagi di Darjeeling karena keputusan pemerintah untuk mengenalkan bahasa Bengali di sekolah. Sementara, Gorkha asli terutama yang berbicara bahasa Nepal, sangat marah mendengar hal tersebut.

"Kami telah mendengar tentang masalah ini dan masih sampai di resor bukit pada hari Jumat, dengan harapan situasinya normal," kata Priya Roy, seorang turis dari kota selatan Bangalore, mengatakan kepada AFP.

Setelah peringatan dari GJM untuk wisatawan tersebar luas. Kemudian para turis pun langsung memutuskan untuk meninggalkan Darjeeling. Sementara wisatawan lain mengatakan kendaraan kelompok mereka dikerumuni oleh slogan-teriakan pemrotes yang menuntut untuk mengetahui identitas mereka.

"Saya mencengkeram lengan ibu saya bahkan saat dia memohon dengan tangan terlipat, memohon agar mereka membiarkan kami pergi," ungkap Kamalika Chatterje.

Bimal Gurung, kepala GJM, mengatakan peringatan yang diberikan untuk wisatawan adalah demi keselamatan mereka. Sebab, kejadian tersebut dapat memburuk kapan saja jika kelompoknya meluncurkan kampanye ber-skala penuh untuk negara yang terpisah.

Gorkha telah berkampanye selama beberapa dekade untuk sebuah negara. Mereka mengatakan orang luar berbahasa Bengali telah mengeksploitasi sumber daya mereka dan menerapkan budaya dan bahasa mereka. Agitasi serupa di tahun 2007 menyebabkan pemberian beberapa kekuasaan administratif kepada masyarakat lokal.

Banyak kelompok di India telah melancarkan kampanye serupa untuk melepaskan diri dari negara bagian yang lebih besar, kebanyakan berdasarkan alasan linguistik dan etnis atau dengan harapan mendapatkan keuntungan ekonomi. Agitasi terakhir berhasil menyebabkan terbentuknya negara bagian Telangana pada tahun 2014.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini