nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Faktor Penyebab Kasus Penyakit Tidak Menular Terus Meningkat

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 14 Juni 2017 09:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 14 481 1715554 faktor-penyebab-kasus-penyakit-tidak-menular-terus-meningkat-x62yw54NBz.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SETIAP tahun, angka kejadian penyakit tidak menular (PTM) semakin meningkat. Data yang diperoleh dari Riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa PTM merupakan salah satu faktor penyebab kematian terbesar di Indonesia. Penyakit itu antara lain hipertensi (25,8%), obesitas (15,4%), stroke (12,1%), diabetes mellitus (2,3%), penyakit jantung koroner (1,5%) dan gagal ginjal kronis (0,2%).

Menurut dr Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, grafik PTM terus mengalami kenaikan sementara grafik penyakit menular mengalami penurunan.

"Hal ini dipicu karena angka harapan hidup mengalami kenaikan di mana penduduk lansia semakin banyak dan orang-orang yang terkena PTM bukan hanya lansia, melainkan juga anak-anak muda," ujarnya pada diskusi bertajuk Rutin Aktivitas Fisik, Keluarga Terhindar PTM, di Jakarta, Selasa 13 Juni 2017.

Bila PTM banyak diderita oleh kelompok usia produktif, kualitas dan daya saing menjadi rendah. Terlebih 28,9% penduduk di atas usia 18 tahun menderita kegemukan yang meningkatkan faktor resiko PTM. Kebanyakan dari mereka tidak mengerti bahayanya PTM. Umumnya, PTM disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat.

"Padatnya aktivitas, mobilitas yang tinggi, dan kemajuan teknologi membuat masyarakat kurang meluangkan waktu untuk berolahraga," tuturnya.

Selain itu, 93,5% penduduk di Indonesia yang berusia di atas 10 tahun kurang suka mengonsumsi buah dan sayur-sayuran. Mengonsumsi rokok dan alkohol juga memperbesar peluang terkena PTM. Untuk mencegah kenaikan angka PTM dapat dilakukan sejumlah cara seperti kebijakan publik, promotif preventif, dan parenting.

Dikesempatan yang sama, Dr Lily mengingatkan, pola hidup sehat seharusnya diterapkan sejak anak-anak masih kecil. Hal ini bergantung pada cara para ibu mengajarkan anak mereka dan dukungan dari ayah.

Dengan begitu hingga usia dewasa nanti, anak sudah terbiasa untuk menjaga kesehatannya. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk memiliki pengetahuan tentang gizi seimbang untuk anak.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini